Dicatut Terima Rp12 M Mundur Pencalonan Pilkada Tangsel, Azmi: Saya Bongkar!

SEBUT ADA MAFIA PENCALONAN PILKADA TANGSEL

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Azmi Abubakar politisi asal PSI mengklaim bakal membongkar kasus pencatutan namanya dalam proses pencalonan Pilkada Tangsel 2020 mendatang.

“Informasi yang kita dapatkan A1 (valid), nama kita diperjualbelikan. Dengan konsekwensi Rp12 miliar saya disuruh mundur dalam pencalonan pilkada,” kata Azmi Abubakar yang juga ketua DPW PSI Banten dihubungi penamerdeka.com, Rabu (2/9/2020).

Azmi sangat menyesalkan, pasalnya PSI sejak awal tidak menyertakan mahar untuk pengusungan calon alias gratis. Ini merupakan momentum membangun demokrasi di Tangsel agar lebih baik tetapi tercoreng oknum.

Jadi kata dia, uang yang diklaim pihak tertentu ditujukan kepadanya senilai Rp12 miliar itu dengan rincian membebaskan lahan miliknya berjumlah Rp5 miliar, dan Rp7 miliar diperuntukan sebagai konsekwensi mundur dalam pilkada Tangsel.

“Kalau memang terbukti uangnya masuk, bangunan dan lahan sampai sekarang sertifikat kepemilikannya masih sama saya,” ucap Azmi.

Jadi kata dia menjelaskan, kalau sudah lahan dan bangunannya berpindah tangan tidak memiliki berkas kepemilikan.

Dia menyebut ada dugaan mafia Pilkada sehingga namanya bisa dicatut untuk kepentingan seorang oknun yang mengambil keuntungan.

Kami sedang telusuri terkait kasus hukumnya. Sebab, selain menodai demokrasi juga nama dirinya dan PSI telah diperjualbelikan.

“Ini musibah, uangnya tak saya terima sepeserpun. Menodai demokrasi di Tangsel. Maka kami akan pelajari secara hukum. Akan kita mejahijaukan pelakunya. Kami akan bongkar karena telah mencemari nama baik saya dan PSI,” tegas Azmi. (sg/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...