UPZ Pemprov Banten Salurkan Dana Zakat Untuk Sarana Prasarana Masjid dan Mushola

DANA ZAKAT ASN PEMPROV

SERANG,PenaMerdeka – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemprov Banten kembali menyalurkan dana zakat aparatur sipil negara (ASN) di Aula LPTQ Masjid Raya Al-Bantani, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (17/9/2020).

Penyaluran tersebut untuk difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana masjid dan mushola.

“Kami uengumpulkan dan mendistribusikan langsung zakat berupa dana bantuan insentif para pegawai ASN di lingkungan Provinsi Banten,” ungkap Kepala UPZ Pemprov banten, yang juga Kabiro Kesra Pemprov Banten Toton Suriawinata.

Sebelumnya, kata Toton, dana zakat juga didistribusikan dalam bentuk bantuan sosial yang ditujukan kepada para fakir miskin, penyandang disabilitas, marbot masjid, guru ngaji, serta sarana prasarana masjid dan mushola.

Dalam kesempatan itu, Toton juga memohon doa dari para mustahik untuk para muzakki agar senantiasa diberikan keberkahan dan kelancaran dalam bekerja dan mencari rizki.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mohon doa-nya juga dari bapak ibu mustahik supaya para muzakki selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dilapangankan, dan dimudahkan segala urusannya,” harapnya.

Ditambahkan Toton, UPZ Zakat Pemprov Banten rutin mendistribusikan dana zakat dari para ASN Pemprov Banten berupa dana bantuan kepada masyarakat. Di masa pandemi Covid-19, terdapat penurunan pengumpulan dana zakat.

“Akan tetapi dana bantuan yang didistribusikan total setiap bulannya hampir mencapai Rp 1 miliar. Pada kesempatan ini terdapat 12 masjid dan mushola yang mendapatkan bantuan dana zakat,” katanya.

Pada kesempatan ini disampaikan juga distribusi zakat produktif berupa bantuan bibit porang (katak) kepada santri duafa yang dikoordinir oleh FSPP Provinsi Banten sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi Gubernur Banten.

Sementara itu, Kepala Baznas Provinsi Banten Prof. Suparman Usman turut menyampaikan tentang kewajiban zakat bagi umat Islam.

“Zakat itu merupakan kewajiban bagi umat Islam. Sebesar 2,5% dari penghasilan untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Jadi, zakat itu bukanlah rasa belas kasihan dari orang berkecukupan kepada yang membutuhkan,” jelasnya.

“Tetapi sebagai perwujudan menunaikan hak orang lain yang ada pada kita dan harus melalui amilin,” tutupnya. (dra/red)

Disarankan
Click To Comments