BNN Wacanakan Pemakai Narkoba Langsung Direhabilitasi

AGAR LAPAS TAK PENUH

SERANG,PenaMerdeka – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Heru Winarko, menyebutkan saat ini tengah mengembangkan Tim Asesmen Terpadu (TAT) dan APS di Provinsi Banten.

Tim tersebut, nantinya bertugas mengklasifikasi kelompok pengguna, bandar dan pengedar narkoba. Hal itu agar ke depannya lembaga pemasyarakatan (Lapas) tidak terus-menerus kelebihan kapasitas.

“Kita akan mengembangkan TAT dan APS, tadi sudah dibicarakan, Kapolda, Kejaksaan dan pengadilan bagaimana kita membedakan mana pengguna, pengedar dan mana bandar,” ucapnya, Selasa (27/10/2020).

“Jadi Lapas hanya diperuntukan untuk bandar dan pengedar. Sementara pengguna narkoba dilakukan rehabilitasi,” sambungnya.

Heru menjelaskan, Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Indonesia di Lido, Sukabumi, Jawa Barat siap untuk menampung pemakai barang haram dari Banten yang terbukti dari hasil pemeriksaan.

“Kalau nanti yang bersangkutan terbukti masuk dalam jaringan, maka akan diproses pidana umum. Tetapi kalau untuk pengguna dalam waktu 3 hari kita langsung mengajukan APS untuk dipersidangkan singkat dan langsung akan direhabilitasi,” katanya.

Heru melanjutkan, rencana penerapan proses hukum tersebut telah disepakati Jaksa Agung, Kapolri dan pimpinan lembaga negara bidang penanganan narkotika di Indonesia.

“Jadi kalau di pusat sudah, nah sekarang lagi disosialisasi ke daerah,” jelasnya. (hendra)

Disarankan
Click To Comments