Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Sail Karimata 2016 Dorong Pendapatan Ekonomi Indonesia Barat

0 63

Mulai Agustus 17 hingga 15 Oktober 2016 pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pemasukan dari sektor pariwisata menerbitkan sejumlah kebijakan dan terobosan. Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2016 sebagai tahun percepatan akselerasi sektor pariwisata

Kawasan Indonesia bagian barat yang sejatinya banyak potensi yang perlu dikembangkan maka terobosan minat wisatawan digelarlah penyelenggaraan Sail (pelayaran). Tercatat akhir tahun 2014 ini wisatawan ke Indonesia hingga 20 juta dalam kurun lima tahun.

Karena acara tersebut supaya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan luarnegeri, pemerintah mengundang komunitas pengguna kapal pesiar/yachter dari luar negeri. Acara yang dilangsungkan hampir dua pekan tersebut secara berurutan di Kepulauan Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Bangka Belitong, Kalimantan Barat serta Kabupaten Kayong Utara.

Sail Karimata merupakan gabungan dari kegiatan pelayaran, riset, seminar kemaritiman, pelayanan kesehatan, bakti sosial, festival seni dan budaya, festival kuliner serta kompetisi bahari.

Seperti diketahui pada tahun ini rangkaian kegiatan sail dimulai dengan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-7. Kali ini upacara dilaksanakan di pulau Enggano, salah satu pulau terluar di Provinsi Bengkulu.

Menurut catatan humas Pemkab Kayong Utara, kurang lebih sudah ada 30 yachter dari 14 negara yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian kegiatan Sail Karimata.

Kemenko Kemaritiman sebagai koordinator kegiatan sail menekankan pentingnya even pariwisata tahunan itu untuk menjadi penggerak roda perekonomian di kawasan Indonesia bagian barat.

“Kami tidak ingin sekali even ini selesai terus tidak ada apa-apa setelahnya, harus ada impact (dampak) yang dirasakan rakyat,” kata Deputi IV Kemenko Kemaritiman usai acara peluncuran Sail Karimata awal Juni lalu.

Agar gelaran Sail Karimata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kayong Utara, pemerintah pusat secara intensif melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah terkait. Hal ini diperlukan agar kebutuhan daerah benar-benar dapat diinventarisasi.

Menurutnya Kemenko Kemaritiman ada sejumlah rencana pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan menjelang kegiatan sail ke-8 ini di Kabupaten Kayong Utara maupun Bangka Belitung.

Pembangunan tersebut antara lain pembangunan dan pelebaran jalan, pembangunan drainase dan gorong-gorong, pemugaran dan penataan obyek wisata sejarah & purbakala, pembuatan trotoar, serta pemecah ombak di Pantai Pasir Padi.

Kegiatan sail yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga pemerintahan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Diantaranya adalah Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Belitong, Sail Morotai, Sail Komodo, dan Sail Raja Ampat. Pemerintah mendesain kegiatan sai-sail tersebut untuk membantu percepatan pembangunan di lokasi destinasi.

Beberapa kementerian dan lembaga pemerintah dikabarkan terlibat untuk mensukseskan kegiatan ini diantaranya adalah Kemenko Kemaritiman, Kemenko PMK, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dekin (Dewan Kelautan Indonesia), Kemensos, Kementerian BUMN, Kemendes, Kemenristekdikti, KemenPUPR, Setkab, TNI AL, Pemprov Jambi, Kepri, Bangka Belitung dan Pemkab Kayong Utara. (seli/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...