Anies Teken Pergub soal PPKM di DKI Jakarta

TUNGGU PENJELASAN PERGUB

JAKARTA,PenaMerdeka – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah meneken Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta mengenai penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Peraturan tersebut ditandatangani pada Kamis (7/1/2021) malam.

“Sudah ditandatangani tadi malam oleh pak Gubernur ya,” Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Ariza pun meminta publik menunggu penjelasan Pergub yang akan mengatur pelaksanaan PPKM di DKI Jakarta. Anies yang akan menyampaikan kepada publik apa isi dari Pergub soal PPKM yang akan dijalankan 11-25 Januari 2021.

“Tunggu aja nanti disampaikan pak Gubernur,” kata Ariza.

Diketahui, Lemerintah Pusat telah menetapkan pelaksanaan PPKM pada 11-25 Januari 2021 di wilayah pulau Jawa dan Bali termasuk DKI Jakarta.

Sebelumnya Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, PPKM yang akan diterapkan tersebut bersifat wajib untuk daerah Jawa dan Bali.

“Bagi pihak manapun yang menolak kebijakan dari pusat yang disusun berdasarkan data ilmiah untuk segera mengindahkan instruksi pemerintah, karena instruksi ini bersifat wajib,” tuturnya.

Beberapa indikator untuk penerapan wilayah PPKM di Jawa dan Bali adalah tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional dan tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional.

Syarat terakhir, tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio untuk intensive care unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Pandemi Covid-19 di DKI Jakarta terus memburuk. Jumlah kasus per Kamis kemarin, bertambah sebanyak 2.398. Dengan demikian, jumlah kasus Covid-19 keseluruhan di DKI Jakarta sejak ditemukan mencapai 197.699 kasus.

Sebanyak 17.382 orang masih dalam perawatan. Jumlah itu bertambah 932 pasien aktif dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara 176.882 orang sembuh, bertambah 1.441 orang dibandingkan hari kemarin. Penambahan juga terjadi pada korban jiwa akibat Covid-19 sebanyak 25 orang. Hingga kini jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Jakarta menjadi 3.435 jiwa. (jirur)

Disarankan
Click To Comments