HUT RI 76

SWF Indonesia Ditargetkan Tarik Investasi Rp300 Triliun

INA KANTONGI RP75 TRILIUN

JAKARTA,PenaMerdeka – Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebutkan, Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia menargetkan Indonesia Investment Authority (INA) mampu menarik total investasi sebesar Rp300 triliun.

Sri yang juga Ketua Dewan Pengawas Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia menuturkan, angka itu diambil dari rasio kepemilikan 30 persen pemerintah Indonesia dan 70 persen investor.

Hingga saat ini, INA telah mengantongi dana Rp75 triliun, artinya lembaga SWF ini masih ‘memburu’ Rp225 triliun untuk gelombang pertama. Namun, Sri Mulyani tak merincikan berapa lama target tersebut harus dicapai oleh direksi SWF Indonesia.

“Dengan Rp75 triliun yang sudah dimasukkan pemerintah, ditargetkan Rp300 triliun akan bisa menjadi partner dengan INA,” katanya pada webinar Kementerian Perhubungan terkait Peluang Pendanaan SWF, Rabu (3/3).

Untuk diketahui, pemerintah membentuk dana abadi investasi (sovereign wealth fund/SWF) yang bernama Indonesia Investment Authority. Tujuannya, menarik investasi ke Indonesia untuk keperluan pembangunan infrastruktur.

Untuk tahap pertama, pemerintah akan berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menargetkan INA bisa mengelola dana hingga US$20 miliar. Angka tersebut setara dengan Rp281,1 triliun (asumsi kurs Rp14.042 per dolar AS).

“Saya tadi bisik-bisik ke ibu Menteri Keuangan awal-awal ini mungkin sebulan dua bulan ini target yang masuk ke SWF kita berapa, dijawab Bu Menteri Keuangan, ya, kira-kira US$20 miliar,” ucapnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Jumat (15/1).

Menurut Jokowi, target tersebut sangat besar. Terlebih, sebelumnya pemerintah telah menyetorkan modal awal untuk INA sebesar Rp75 triliun.

“Ini duit yang gede banget, dan pemerintah akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp15 triliun dan saham BUMN Rp50 triliun untuk INA, untuk Indonesia Investment Authority,” tuturnya.

Ia berharap INA akan jadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan serta menjadi mitra strategis yang handal dan terpercaya untuk mendukung pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

INA, kata dia, juga dibentuk untuk memenuhi pembiayaan yang semakin besar ke depan. Selain itu, juga untuk menentukan tingkat investasi asing langsung ke Indonesia dan untuk menurunkan rasio utang terhadap PDB Indonesia. (uki)

Disarankan
Click To Comments