Ini Penjelasan Penting Ketum Zulfikar Perihal Hasil Raker INM

RAKER INM BERLANGSUNG DEMOKRATIS

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Rapat Kerja (Raker) DPP Perkumpulan Investor Nasional Madani (INM) periode 2021-2026 berlangsung beberapa waktu lalu. Dan menghasilkan sejumlah keputusan tentang program penting.

Ketua Umum INM Zulfikar Hamonangan mengatakan, dalam Raker yang digelar akhir pekan lalu sejumlah pembahasan yang diaebutkan penting memang berdasarkan keputusan yang demokratis.

Diketahui, Raker yang dilaksanakan di Sekretariat INM Menara Gama lantai 5, Jalan KH Maulana Hasanudin Poris Jaya, Kota Tangerang, dihadiri para pengurus harian DPP INM ini berjalan demokratis, egaliter, dan lancar hingga dini hari.

“Keputusan itu antara lain merombak susunan pengurus DPP INM, merombak susunan Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan Dewan Pakar,” ungkap pengusaha muda ini dihubungi penamerdeka.com, Minggu (18/4/2021).

Zulfikar menambahkan program yang dicatat dalam Raker juga membuat agenda program kerja tahun 2021 hingga 2026.

“Dalam lima tahun ke depan, INM akan lebih terfokus untuk meningkatkan target anggota yang merupakan para pengusaha agar dapat bergabung menjadi pengurus baik di pusat dan daerah,” kata Bang Zul, sapaan akrabnya.

img 20210419 132857
Ketua Umum INM, Zulfikar Hamonangan memimpin raker. 

 

Ia menjelaskan INM adalah organisasi para pengusaha yang merupakan investor yang pro rakyat dan ingin meningkatkan target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia emas.

Menurutnya, INM akan sejalan dengan konsep pemerintah yang belum lama ini membentuk lembaga baru bernama Lembaga Penjamin Investasi atau LPI.

“Sehingga pemikiran-pemikiran yang dibutuhkan LPI dapat sejalan dengan pemikiran para pengusaha swasta lokal yang ada di INM. Organisasi kami memiliki SDM yang cukup dalam melengkapi kegiatan LPI ke depan sebagai program hubungan antara investor dan pemerintah,” kata anggota Komisi VII DPR RI itu.

Namun, kata Bang Zul, INM yang dipimpinnya perlu mempertanyakan tentang keberadaan LPI sebagai lembaga penjamin investasi yang merupakan wadah para investor.

“LPI perlu keterbukaan. Apa yang dimaksud dengan jaminan atas investasi yang ada,” ujarnya.

Bang Zul meyakini, kalau memang ada investor lokal yang bersedia ikut menanamkan modal di LPI, itu sangat mungkin dilakukan.

“Kenapa tidak? Tetapi, kami juga perlu mengetahui seperti apa aturannya? Apakah LPI dapat menerima investasi dalam negeri dan sejauh mana regulasi atau Undang-undang terhadap jaminan tersebut. Karena setau saya, lahirnya LPI itu dasarnya Undang-Undang Cipta Kerja. Apakah ada jaminan hukum terhadap investor luar. Inilah yang menarik untuk kita pelajari bersama,” ungkapnya.

Namun, ia menilai tujuan pemerintah sudah baik karena APBN tidak cukup untuk mempercepat pembangunan dan jika terus mengandalkan APBN banyak pekerjaan dan pelaksaan anggaran yang semuanya tidak merata.

img 20210419 132918
Peserta raker INM.

 

Atas dasar itulah LPI hadir untuk meningkatkan target percepatan. Hanya, pihaknya harus berhati-hati. Karena yang dijaga kepercayaan luar terhadap LPI.

“Jika ada satu investor kecewa dapat berpengaruh dampaknya pada investor berikutnya. Oleh karena itu, kami dari INM bersedia ikut membantu sumbang saran demi tercipatnya iklim investasi yang nyaman di Indonesia,” tegasnya.

Kata Bang Zul, INM merupakan satu satunya organisasi investor yang resmi yang sudah disahkan negara melalui Kementerian Hukum dan HAM RI.

INM merupakan organisasi para pengusaha yang dapat saling menunjang peningkatan target kemajuan bangsa.

“Tanpa ada peran serta swasta, tidak akan mungkin semua bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, LPI ke depan juga harus memikirkan penyehatan perusahaan swasta, terutama dalam kondisi pandemi saat ini. Banyak perusahaan jasa dan perhotelan mengalami penurunan pendapatan sampai 70 persen. Sehingga LPI juga harus melihat pembangunan ekonomi yang merata dan juga pro rakyat agar terjadi ekonomi yang berkeadilan sosial,” tuturnya.

Ia menjelaskan, target-target INM ke depan adalah memikirkan wilayah yang belum berkembang secara pesat untuk meningkatkan target investasi agar pertumbuhan daerah yang lemah atau tertinggal dan dapat terjadi keseimbangan antar satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Saat ditanya siapa nama-nama yang masuk dalam jajaran kepengurusan, Bang Zul mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para pengurus DPP INM.

“Banyak masukan untuk dijadikan sebagai Dewan Pembina dan Dewan Penasehat, namun saya serahkan kepada pengurus DPP INM. Kemungkinan akan ada 10 nama besar yang masuk yang berasal dari para pengurus ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) dan ada juga nama-nama mantan pejabat tinggi negara yang akan masuk sebagai Dewan Pembina. Karena INM ini adalah milik semua. Para pakar ekonomi banyak yang ingin menyumbangkan saran dan pemikirannya untuk kemajuan bangsa kita. Juga ada mantan Dirjen Pajak, sekjen keuangan yang akan masuk sebagai Dewan Pembina dan Dewan Pakar,” katanya.

Ketika ditanya perbedaan INM dengan Apindo atau HIPMI, Bang Zul menegaskan tidak ada bedanya. Hanya, pihaknya ingin menyatukan hubungan antar pengusaha besar dan pengusaha kecil serta UMKM.

“Makanya, ada kata madani dalam organisasi kami. Karena kami ingin para pengusaha besar membantu pengusaha kecil yang berkeadilan sosial. Itulah arti madani bagi kami di INM,” katanya.

Bang Zul menginformasikan, bahwa saat ini INM telah memiliki 16 pengurus di tingkat provinsi (DPD) dan 93 di tingkat kabupaten/kota.

“Kami punya target 2022 akan terbentuk 34 DPD dan 517 kabupaten/kota. Kami mengajak para pengusaha di daerah untuk bergabung. Kami hadir sangat dibutuhkan para pengusaha peduli dan pro rakyat yang mau memikirkan nasib para pedagang kecil. Mari, kita sama-sama bantu dan bina mereka. Atas dasar tersebut INM hadir untuk memikirkan target-target masa depan rakyat yang tumbuh secara madani. Sehingga, ekonomi yang berkelanjutan sangat penting bagi INM dan ini menjadi target utama,” ucapnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments