HUT RI 76

Lantaran Keterlibatan UNJ, Desa Cisaat Subang Bersiap Terima Wisatawan

SUBANG,PenaMerdeka – Program Studi (Prodi) Pendidikan Kesejaheraan Keluarga (PKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menggelar pengembangan Desa Cisaat, Subang, Jawa Barat sebagai kawasan wisata yang aman dikunjungi wisatawan.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 11-16 September 2021. Dan Program Pengabdian Pada Masyarakat itu tercatat dalam implementasi Tri Dharma perguruan tinggi.

Kali ini menyasar kepada pengelola desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Subang.

BIDIK DESA CISAAT MENJADI KAWASAN WISATA EDUKASI

Laras Nugraheni salah seorang pemateri program penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) mengatakan, pemerintah sedang menggalakkan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

Dia juga menyebutkan, tetapi terkait peningkatan sumber ekonomi masyarakat harus tetap didorong, salahsatunya dari sektor parawisata.

Saat ini, perihal Desa wisata Cisaat sebagai tempat khusus yang dibidik menjadi kawasan wisata edukasi.

“Nantinya akan menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakatnya,” kata Laras.

Lalu, desa Cisaat yang menjadi kawasan wisata rintisan, saat pandemi melalui pelatihan housekeeping dan CHSE homestay, salahsatu tujuannya agar masyarakat setempat menyiapkan kunjungan wisatawan.

PENGEMBANGAN SDM DESA WISATA

Sementara Mulyati salah seorang pemateri lain dari UNJ menambahkan, lantaran Desa Cisaat termasuk dalam kategori lokasi wisata rintisan, diperlukan pengembangan khususnya soal kelembagaan dan sumber daya manusianya (SDM).

“Desa Cisaat secara usia tergolong baru dalam konteks wisata pedesaan, oleh karena itu diperlukan pengembangan khususnya SDM,” ucap Mulyati.

Kata Mulyati melanjutkan, seluruh masyarakat yang terlibat dalam aktivitas wisata di desa seperti adanya pemandu lokal, pemilik homestay, penyedia jasa konsumsi dan lainnya.

img 20211009 wa0013

Lalu program house keeping juga akan memberikan dampak terciptanya lingkungan wisata yang bersih.

“House keepung yang benar mempunyai target penciptaan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman bagi pengunjung,” tegas Mulyati.

Dengan meningkatnya kualitas SDM kepariwisataan diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Tentunya akan berdampak secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

PROGRAM PDNGEMBANGAN DESA WISATA BERKELANJUTAN

Pasalnya kata Mulyati, pandemi yang terjadi secara global memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata Indonesia.

Program peningkatan harus berkesinambungan, dan Desa Wisata Cisaat merupakan desa binaan Universitas Negeri Jakarta.

“Pada tahun 2020 berkat keterlibatan Program Studi Perjalanan Wisata mengahantarkan wilayah itu meraih penghargaan juara ketiga,” ucapnya.

Yakni dalam program apresiasi perguruan tinggi terbaik dalam pendampingan desa wisata.

Disisi lain, desa ini juga sudah pernah mendapatkan fasilitas program pendampingan selama tiga (3) tahun ini dari Kementerian Pariwisata.

“Sehingga pelatihan-pelatihan yang dilakukan ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan Desa Wisata untuk untuk kembali bisa berjalan kegiatan pariwisata setelah pandemi covid 19 selesai,” pungkas Mulyati. (red)

Disarankan
Click To Comments