hsn ads Syarifudin Salwani

Dilapor ke DKPP, Bawaslu Kota Tangerang Klaim Rekrutmen Panwascam No Titipan!

PELAPORAN KE DKPP HAK WARGA NEGARA

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Bawaslu Kota Tangerang mengklaim telah melakukan transparansi perihal tahapan proses rekrutmen Panwascam. Dan pihak Bawaslu juga mengaku sudah disampaikan ke masyarakat.

“Tahapan (proses rekrutmen panwascam,red) sudah dilaksanakan,” kata Agus Muslim kepada wartawan Selasa (1/11/2022).

Dia menyebut, pengumuman ke publik sudah dilakukan sejak mulai proses penerimaan, pendaftaran, administrasi dan lainnya. Menurutnya, Bawaslu Kota Tangerang telah melalui proses sesuai mekanisme tahapan.

Lalu kata Dia, jika dalam pelaporan harus dilakukan klarifikasi, selaku termohon akan tanggung jawab menerangkan proses yang sudah dijalankan Bawaslu. Dan akan menghargai proses yang berjalan dari pemohon.

Agus menegaskan, ada sejumlah tahapan rekrutmen Panwascam yang harus dilewati. Yakni Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara oleh pihak Bawaslu. 

“Salah satunya tes wawancara yang dilakukan Bawaslu,” ungkap Agus. 

Dalam proses wawancara itu pihaknya mendapati beragam kemampuan para peserta calon anggota Panwascam. Pengetahuan tentang penyelenggaraan pemilu, sosiologis, tentang kearifan lokal dan sejumlah aspek keilmuan penunjang sebagai penyelenggara pemilu. 

“Seluruh aspek kita nilai. Dari situ kita putuskan karena kita punya dasar pendapat,” tukas Agus. 

Jadi kata Agus melanjutkan, tes tulis yang dilakukan peserta bukan jadi penentu bakal calon Panwascam akan lolos secara langsung.  

Artinya dalam proses rekrutmen calon panwascam harus melewati tahapan tes yang komprehensif. Mudah mudahan para calon yang sudah lolos melewati tahapan rekrutmen yang transparan nantinya bisa menjadi petugas pengawal pemilu 2024 yang profesional. 

“Jadi tidak benar adanya titipan. Ya sekarang titipan apa yah? Tapi Insya Allah semuanya yang lolos sebagai Paswacam di kecamatan masing masing dapat profesional,” tegas Agus.

Perihal adanya laporan yang dilakukan salah seorang peserta yang gagal lolos seleksi Panwascam, Agus Muslim menyebut hal demikian merupakan hak warga negara. 

“Ya kalau kami dilaporkan (ke DKPP, Bawaslu dan KI Banten, red) hak mereka sebagai warga negara,” pungkas Agus. (red/syam)

hsn ads Rafiudin akbar
Disarankan
Click To Comments