KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang mengembangkan inovasi melalui teknologi face recognition. Alat ini akan mengenali wajah orang yang masuk dalam daftar cegah tangkal meski menggunakan masker sekalipun.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto mengatakan, hal itu guna meningkatkan pengawasan dalam keimigrasian. Salah satunya menanggulangi penyelundupan manusia dan perdagangan orang melalui bandara terbesar di Indonesia tersebut.

“Petugas imigrasi harus cermat dan up to date dengan isu-isu strategis utamanya di bidang keimigrasian. Kami juga akan memberikan penguatan kepada seluruh petugas, agar melakukan tugas dan fungsi keimigrasian lebih maksimal lagi,” ujarnya, Senin (13/2/2023).

Selain itu, Tito menjelaskan, pihaknya juga telah meningkatkan kualitas autogate. Sehingga orang yang masuk ke Bandara Soekarno-Hatta, dalam daftar cegah tangkal tidak dapat melalui autogate.

“Tentu dengan alat ini (pendeteksi), tentunya para pelaku kejahatan internasional yang masuk dalam red notice akan mudah dikenali. Selain itu, kami juga terus mengarahkan petugas agar dapat memberikan perlindungan hukum utamanya bagi WNI (warga negara Indonesia,” ucap dia.

Tito menyebutkan, sepanjang tahun 2022 berhasil menolak masuk 1.222 orang asing dengan berbagai alasan keimigrasian. Serta menunda keberangkatan 4.119 orang, yang terdiri atas 568 warga negara asing (WNA) dan 3.551 WNI dengan berbagai alasan keimigrasian.

“Meski tidak ada pengkategorian secara khusus, namun ada diantaranya disinyalir sebagai korban bahkan pelaku kejahatan internasional. Ada pula diantaranya juga dicurigai sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal,” jelasnya.

Tito menambahkan, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta akan mendukung reformasi digital di bidang keimigrasian, dengan demikian fungsi pengawasan dan perlindungan hukum dapat terlaksana lebih maksimal. (hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *