JAKARTA,PenaMerdeka – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menghadiri rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin.

Rapat yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto itu fokus pada strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Fokus utama pada ketersediaan pasokan pangan antarwilayah, khususnya beras dan komoditas strategis lainnya agar aman dan terjangkau bagi masyarakat,” tulis siaran resmi Sekretariat Kabinet, dikutip Sabtu (31/1/2026).

Pemerintah menargetkan inflasi tetap terjaga sesuai asumsi APBN, terutama pada komponen harga pangan bergejolak (volatile food) di kisaran 3–5 persen.

Untuk mencapai target itu, pemerintah menyiapkan berbagai intervensi mulai dari penguatan distribusi logistik hingga bantuan sosial pangan guna melindungi daya beli masyarakat di tengah tren inflasi yang melandai.

Selain urusan perut, rapat strategis ini juga membahas skema kemudahan mobilitas warga menjelang mudik Lebaran.

Kebijakan tersebut mencakup pemberian diskon tarif pada berbagai moda transportasi seperti pesawat, kereta api, laut, dan darat, hingga potongan tarif jalan tol di sejumlah ruas utama.

“Dengan tren inflasi yang melandai, langkah kolaboratif ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas selama Lebaran,” tambah keterangan resmi tersebut.

Menko Airlangga menegaskan, sinergi antara pusat dan daerah akan diperkuat guna memastikan daerah yang mengalami defisit pasokan segera mendapat kiriman dari daerah surplus.

Berdasarkan data BPS, Indonesia menutup tahun 2025 dengan angka inflasi sebesar 2,92 persen (yoy), yang dinilai masih dalam rentang kendali untuk memasuki tahun 2026.

Loading...