KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten bakal terus menggenjot penguatan kelompok-kelompok ketahanan pangan di wilayahnya melalui pengelolaan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.
Hal tersebut tentunya, agar berdampak langsung kepada masyarakat sekitar dengan produktivitasnya sehingga mendulang cuan dan kesejahteraan lingkungan yang berkelanjutan.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, melalui Dinas Ketahanan Pangan terus hadir mendampingi kelompok ternak dan budidaya perikanan masyarakat, mulai dari pembinaan teknis, dukungan sarana produksi, hingga perluasan jejaring pemasaran.
Hal itu dikatakan Sachrudin saat saat menghadiri peringatan Lustrum Pertama
Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) di Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci yang menjadi bukti, ketahanan pangan dapat tumbuh dari lingkungan warga sendiri.
Di tengah keterbatasan lahan dan tantangan ekonomi, kelompok tersebut mampu bertahan dan berkembang melalui budidaya ikan lele yang dikelola secara sederhana namun konsisten.
Sachrudin menyatakan, KUTIL Cimone sebagai contoh nyata bagaimana usaha kecil berbasis komunitas dapat memberikan dampak langsung bagi ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga.
“Lima tahun bertahan itu bukan hal mudah. Di balik kolam-kolam lele ini ada kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya di lokasi, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, KUTIL tidak hanya menghasilkan ikan, namun juga terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di tingkat masyarakat.
Bukan tanpa sebab, model seperti tersebut lah dinilai relevan untuk dikembangkan di wilayah perkotaan sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan lokal.
“Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari skala besar, tetapi dari langkah kecil yang dijalankan secara konsisten,” pungkasnya. (Adv)







