KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti kawasan Kampung Pedurenan dan Poncol, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Ratusan warga tumpah ruah ke jalan menggelar pawai obor dan tarhib Ramadhan sebagai bentuk syukur menyambut datangnya bulan suci yang penuh rahmat pada Sabtu (14/2/2026).

Pawai itu tidak hanya dihiasi oleh nyala api obor tradisional, tetapi juga dipercantik dengan berbagai ornamen lampion khas Ramadan.

Kemeriahan semakin memuncak saat atraksi kesenian Palang Pintu menyambut iring-iringan warga, menjaga kearifan lokal tetap eksis di tengah modernisasi kota.

Hal tersebut menunjukan harmonisasi antara agama dan kebudayaan masyarakat setempat yang turun-menurun terus dijalankan.

Ketua RW 02 Pedurenan, Wahyu Hidayat menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni belaka rutin tahunan, namun manifestasi kebahagiaan spiritual dan simbol semangat umat Islam dalam menjemput bulan ampunan.

“Ramadhan selalu datang dengan suasana yang berbeda; lebih teduh, hangat, dan penuh harapan. Pawai ini adalah bagian dari kearifan lokal yang sarat makna spiritual sekaligus cerminan persatuan masyarakat kami,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, bahwa nyala obor yang dibawa warga melambangkan cahaya kesiapan hati dalam memasuki bulan suci.

Selain aspek religius, Wahyu menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarwarga lantaran semangat inklusivitas dan kebersamaan sangat krusial menjaga stabilitas lingkungan, terutama di momen krusial seperti menjelang Ramadhan.

“Kami ingin menguatkan nilai-nilai kebersamaan agar menjadi bagian tak terpisahkan dalam bingkai kehidupan bermasyarakat. Semangat ini harus menjadi pemantik gotong royong, baik di sektor sosial, budaya, hingga pembangunan infrastruktur di wilayah kita,” jelasnya.

Melalui rangkaian Tarhib Ramadan ini, Wahyu berharap seluruh warga mendapat keberkahan dan kekuatan untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Semoga kegiatan ini mendapat rida Allah SWT. Kami mengajak seluruh warga menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, toleransi, serta kepedulian sosial terhadap sesama,” pungkas Wahyu.

Acara yang berlangsung tertib ini ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan warga Kampung Pedurenan untuk menjalani ibadah puasa dengan hati yang bersih dan penuh semangat persaudaraan.

Penulis: HisyamEditor: Red

Loading...