SERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergegas tancap gas mengamankan pasokan dan melakukan stabilitasasi harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, inflasi harus tetap terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat tidak boleh terganggu.

Komitmen itu ditegaskan Andra Soni usai memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten belum lama ini.

Andra Soni menekankan, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri, bukan tanpa sebab, sinergi lintas instansi menjadi kunci utama agar stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga.

“Memasuki Ramadan dan Idul Fitri, kami memperkuat kolaborasi semua pihak untuk menjaga inflasi. Sepanjang 2025 inflasi Banten terjaga dengan baik, bahkan di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah,” ujarnya di Pendopo Gubernur, Kota Serang mengutip dari bantenprov.go.id, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, capaian tersebut harus dipertahankan, terlebih menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang kerap memicu lonjakan permintaan.

STOK AMAN DISTRIBUSI JANGAN TERSENDAT

Andra menyebutkan, fokus utama Pemprov Banten saat ini memastikan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah.

Ketua DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024 itu mengingatkan  agar tidak ada gejolak harga sehingga membebani masyarakat.

“Menjadi tugas kita memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri terjaga. Distribusi harus lancar dan stok tersedia,” tegasnya.

Untuk itu, Pemprov Banten bersama TPID menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari pasar murah, operasi pasar, hingga pelancaran distribusi komoditas strategis.

GENJOT PASAR MURAH PELOTOTI LAPANGAN

Langkah pengendalian dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, BUMD pangan, pelaku usaha, dan instansi vertikal.

Tak hanya itu, Andra Soni memastikan akan turun langsung ke lapangan guna melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar melihat langsung kondisi harga dan pasokan.

Pemprov Banten juga akan menindaklanjuti hasil pemantauan Bank Indonesia (BI) terkait dinamika harga di daerah produsen agar potensi gejolak bisa diantisipasi sejak dini.

Gubernur Andra menambahkan, secara keseluruhan kondisi inflasi dan pasokan pangan di Provinsi Banten saat ini masih dalam kondisi terjaga, dengan distribusi yang relatif lancar.

Penulis: HisyamEditor: Red

Loading...