SERANG,PenaMerdeka – Satu tahun masa jabatannya sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Gubernur Banten Andra Soni telah meluncurkan berbagai program unggulan nyata dan mengantongi sejumlah prestasi melenggang tingkat nasional.
Fokus utama kepempipinan Andra Soni adalah pada pengentasan kemiskinan, infrastruktur pedesaan, dan pendidikan dengan fokus pembangunan keberlanjutan yang inklusif, serta masif.
Memasuki babak baru, Banten mempertegas posisinya sebagai daerah strategis yang terus bertransformasi, dan adaptasi namun tetap menjunjung tinggi nilai religiulitas.
Gubernur Andra Soni terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi.
Mengusung visi besar selaras program nasional “Asta Cita”, nahkoda Andra Soni sepanjang tahun pertama ditandai percepatan infrastruktur desa, realisasi janji kampanye, dan pembangunan yang fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
REVOLUSI PENDIDIKAN: ESKALATOR KESEJAHTERAAN
Sejak hari pertama menjabat, isu pendidikan menjadi prioritas utama. Andra Soni berhasil mengeksekusi langsung program ‘Banten Cerdas’, sebuah langkah berani yang menyasar ketimpangan akses pendidikan.
Data terbaru menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah memberikan akses pendidikan gratis kepada 60.705 siswa di tingkat SMA, SMK, dan SKh (Sekolah Khusus) swasta di seluruh provinsi.
Termasuk dalam jumlah tersebut adalah sebanyak 2.643 anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan layanan pendidikan gratis
Langkah tersebut diambil untuk mengurai kebuntuan sistem zonasi pada sekolah negeri yang selama ini kerap memicu polemik tahunan.
Program pendukung lainnya adalah Sarjana Penggerak Desa: Pemberian beasiswa sebesar Rp20 juta per orang bagi pemuda desa untuk kuliah di bidang strategis (pertanian, IT, perikanan).
Lalu Bantuan Keuangan Desa: Setiap desa di Banten kini mendapat alokasi Rp100 juta dengan salah satu prioritas mencetak sarjana lokal, dan Sekolah Rakyat: Operasional 4 Sekolah Rakyat baru di Tangerang Selatan, Lebak, dan Serang untuk pemerataan akses SMA/SMK.
“Pendidikan adalah eskalator kesejahteraan. Kami tidak ingin ada lagi anak Banten yang putus sekolah hanya karena tidak masuk sekolah negeri dan tidak mampu membayar biaya sekolah swasta,” ujar Andra dalam pidato refleksi satu tahunnya di Serang.
BANG ANDRA: SASAR NADI EKONOMI PELOSOK
Pada sektor infrastruktur, Gubernur memperkenalkan program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera). Program itu merupakan pergeseran paradigma pembangunan dari yang sebelumnya berpusat di pusat kota, kini menyasar urat nadi ekonomi di pelosok.
Sepanjang tahun 2025, tercatat 61 ruas jalan desa, dan 1 jembatan yang telah tuntas dibangun dengan standar kualitas provinsi.
Pembangunan tersebut juga mencakup Jalan Usaha Tani (JUT), yang secara langsung berdampak pada penurunan biaya logistik bagi para petani di wilayah Lebak dan Pandeglang.
Fokus infrastruktur tersebut membawa Banten menduduki peringkat ke-8 nasional sebagai lumbung padi, berkat kelancaran distribusi hasil panen yang bikin cuan masyarakat sekitar dengan akses transportasi luas berkualitas.
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN
Hal tersebut merupkan program unggulan Pemprov Banten berfokus untuk lebih meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tanah Jawara yang lebih berkualitas, merata dan iklusif serta bermatabat.
Penyediaan fasilitas Mobile Clinic berbasis Telemedicine, dan cek kesehatan gratis serta tersedianya Rumah Singgah berkapasitas 20 orang bagi pasien dan pendamping yang menjalani pengobatan di Jakarta.
Cek kesehatan gratis pun mendapat respon positif dari sebanyak 4.147.520 jiwa yang merupakan upaya preventif dan proaktif membuahkan hasil signifikan hingga sukses menekan angka TBC 107 persen melampaui target nasional 90 persen.
Didukung dengan keterjangkauan akses layanan kesehatan yang berkualitas Umur Harapan Hidup (UHH) di Banten pada tahun 2025 naik sebesar 0,48 dengan angka 75,33 tahun.
TATA KELOLA PEMERINTAHAN TANPA KORUPSI
Di bidang birokrasi, Andra Soni membawa jargon ‘Banten Tanpa Korupsi’ ke dalam aksi nyata. Berdasarkan rekam jejaknya, ia sangat menekankan transparansi dalam pengelolaan APBD.
Dengan melaksanakan Penyelarasan Anggaran, mengalihkan anggaran yang kurang produktif menjadi program langsung yang menyentuh masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur jalan desa.
SINKRONISASI PUSAT DAN DAERAH
Sebagai gubernur yang didukung oleh koalisi besar, Andra Soni menunjukkan loyalitas pada program strategis nasional. Banten menjadi salah satu provinsi tercepat dalam mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Februari 2026, Banten telah membangun hampir 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Fasilitas tersebut melayani sekitar 2,5 juta penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah hingga ibu hamil, sebagai upaya sistematis menekan angka stunting di Tanah Jawara.
Sebagai figur yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah pusat (Koalisi Indonesia Maju), Andra berhasil memastikan program-program strategis nasional di Banten berjalan selaras dengan kebutuhan daerah.
CAPAIAN EKONOMI MELENGGANG NASIONAL DAN TATA KELOLA
Secara makro, setahun kepemimpinan Andra Soni mencatatkan prestasi yang diakui secara nasional dengan perolehan memboyong sebanyak 19 penghargaan pada berbagai bidang.
Sektor ekonomi mikro juga diperkuat melalui Koperasi Merah Putih (KMP) berhasil diaktifkan di 1.551 desa/kelurahan untuk memotong jalur tengkulak dan memberikan akses permodalan bagi UMKM.
Penghargaan Kinerja Pemda (Kemendagri): Berhasil menurunkan ketimpangan kesejahteraan dan menerima penghargaan kinerja terbaik 2025 dalam kategori fiskal tinggi.
Komitmen Anti Korupsi: Menekankan tata kelola pemerintahan yang bersih (Banten maju, adil merata, tidak korupsi) dalam visi pembangunannya.
Penghargaan “The Best Performance Leadership”: Diakui berhasil merealisasikan 8 program unggulan selama tahun pertama menjabat.
MENATAP TAHUN KEDUA: KONSISTENSI UNTUK TRANSFORMASI
Memasuki tahun kedua kedepan, tantangan Andra Soni bakal semakin berat dan membayangi, meski pada tahun pertama dibawah kepemimpinannya diwarnai rapor hijau.
Menjaga keberlanjutan fiskal untuk mendanai sekolah gratis swasta dan memastikan pemeliharaan jalan-jalan desa yang telah dibangun akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi ‘Sang Nahkoda’.
Tak ayal Banten saat ini sedang bertransformasi, dengan begitu diharapkan arah perubahan wilayah Tanah Jawara tersebut bakal merata hingga ke meja makan setiap masyarakatnya.







