KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Gubernur Banten, Andra Soni terjun langsung menyusuri Kali Angke menggunakan perahu karet bermesin guna mencari formula dalam mengeksekusi permasalahan banjir di wilayahnya.

Hal tersebut dilakukannya dengan melihat dan mengetahui secara langsung kondisi sungai yang menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah Tangerang beberapa waktu lalu.

Andra Soni yang mengajak Wali Kota Tangerang, Sachrudin dan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyusuri Kali Angke dari Jembatan Fortune, Tangsel, hingga Bendung Polor, Kota Tangerang.

Para kepala daerah itu didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), David Oloan Marpaung dengan menyusuri sungai sepanjang sekitar 10 km melihat kondisi sungai untuk penanganan banjir.

“Niatnya supaya kita bisa melihat secara langsung permasalahan-permasalahan dan kemudian menindaklanjuti bersama-sama, jadi apa yang tepat dikerjakan secara cepat, dan apa yang tepat kita kerjakan dalam jangka panjang,” ucap Andra kepada awak media usai kegiatan, Rabu (23/7/2025).

Ketua DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024 tersebut menyebutkan ada beberapa masalah yang dia lihat yang harus segera diatasi agar bisa mengantisipasi banjir di kemudian hari.

“Pertama, terjadi penyempitan akibatkan oleh seperti tanah timbul. Kedua, terjadi pendangkalan,” ucapnya.

Selain itu, Andra mengatakan ada pembuatan proyek tanggul yang belum selesai di lokasi. Hal itu juga menjadi faktor terjadinya banjir di awal Juli lalu.

“Ketiga, saya melihat ada pekerjaan yang telah dilakukan oleh Balai Besar selama ini belum tuntas, yaitu tanggul,” katanya.

MINTA DINAS TERKAIT JALANI LANGKAH KONGKRET

Selain ketiga hal utama tersebut, politisi Gerindra tersebut juga menyoroti keberadaan dan fungsi Bendungan Polor yang menjadi titik akhir penyusuran.

“Saya yakin bendung ini dulu dibangun untuk tujuan tertentu, mungkin untuk pertanian. Namun kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah. Oleh karena itu, kami meminta Kepala Balai Besar C2 untuk mengkaji kembali keberadaan bendung ini, dan kami juga akan menugaskan kepala dinas masing-masing untuk segera berkoordinasi dan menyusun langkah-langkah konkret,” bebernya.

MASALAH SAMPAH TANGGUNG JAWAB BERSMA

Selain persoalan itu semua, Andra juga menyoroti keberadaan sampah yang mengapung di sepanjang aliran sungai. Menurutnya persoalan sampah ini sudah sangat memprihatinkan.

“Persoalan sampah ini sudah sangat memprihatinkan. Tadi saya dan Pak Benyamin ingin berdiskusi, karena sampah itu sudah membentuk seperti pulau-pulau. Ini yang dalam jangka pendek harus segera kita selesaikan,” katanya.

“Dan ini juga (masalah sampah) menjadi persoalan kita bersama baik pihak pemerintah serta juta peran aktif masyarakat dalam pengolahan sampah,” lanjutnya.

Dari sederet kondisi yang dijumpai saat melakukan penyusuran, Andra telah menginstruksikan kepada tim percepatan penanganan banjir untuk segera melakukan kajian dan koordinasi mencari solusi terbaik.

“Secara sederhana mungkin terpikir untuk dikeruk, tetapi kita juga harus mempertimbangkan pembuangan hasil kerukan ke mana, karena alat berat sulit masuk ke sana. Oleh karena itu, secara teknis tim pengendalian banjir akan berkoordinasi, karena merekalah ahlinya,” tukasnya. (Hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *