Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Guru Cantik Caleg Asal Salembaran Tangerang Ini Kampanyekan Solusi Kemiskinan

867

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Nurholilah, guru cantik asal Salembaran, Kabupaten Tangerang kini tercatat sebagai calon anggota legislatif (Caleg), posisinya tetap berurusan dengan rakyat langsung. Sebab nantinya, Nurholilah bakal menjadi salah satu wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tangerang.

Sejumlah tempat telah disambangi. Dalam kunjungan ke beberapa wilayah di Kecamatan Kosambi dan Teluknaga, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menerima masukan diantaranya pengangguran dan sarana prasarana bagi pemuda.

“Kebanyakan dari mereka yang mengeluhkan sulitnya lapangan pekerjaan padahal wilayah Kosambi bisa dibilang wilayah industri,” terang Holilah guru cantik itu yang mendapatkan nomor urut 9.

Menurut Caleg daerah pilih (dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Kosambi, Teluk Naga, Pakuhaji, Sepatan timur dan Sepatan itu mengatakan, permasalahan tersebut seharusnya bisa teratasi dengan mendirikan pusat pemberdayaan pemuda disetiap desa sehingga kreatifitas dan daya cipta pemuda bisa terwadahi.

“Di pusat pemberdayaan pemuda ini selain dibekali keahlian tertentu juga dibangkitkan motivasi dan penambahan pengetahuan agamanya,” jelasnya.

Ia menilai, dengan dibentuknya pusat pemberdayaan pemuda, diharapkan menjadikan warga dan menciptakan pengusaha baru disetiap desa di wilayah Kosambi. Hal itu juga dinilainya dapat dijadikan sebagai solusi sebagai Jalan keluar dari pengentasan Pengangguran.

“Salahsatu upaya kami adalah dengan menggandeng Bandara Soetta untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh para pemuda. Karena mengingat letak bandara yang tidak jauh dari lokasi kita, sehingga potensi dari pemasaran sangat terbuka lebar,” tuturnya.

Ia menuturkan, fenomena pengangguran dan kemiskinan lantaran proses pembangunan yang dirancang menimbulkan ketimpangan antara si kaya dan si miskin.

“Ketidakmampuan seseorang atau kekalahan dalam persaingan meraih peluang kerja itu pula menjadi ancaman terhadap bertambahnya keluarga miskin,” jelasnya.

Selain itu, Salah satu faktor meningkatnya pengangguran kata guru cantik itu yakni tidak sebandingnya antara pertumbuhan kesempatan kerja dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia.

“Tak cukup dengan mengandalkan Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dinilai strategis dalam mendorong percepatan pengurangan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi kerakyatan,” tukasnya.

Berbeda di wilayah kosambi, saat dirinya mencoba berkunjung ke kampung nelayan dibilangan Kecamatan Teluknaga pihaknya menemukan masalah kemiskinan yang krusial.

“Kemiskinan masyarakat pesisir, khususnya nelayan lebih banyak disebabkan karena faktor sosial ekonomi yang terkait karakteristik sumberdaya serta teknologi yang digunakan,” jelasnya.

Hal itu dinilainya kurang dilibatkannya masyarakat pesisir dalam pembangunan dalam semua aspek program pembangunan yang menyangkut nelayan, yaitu sejak perencanaan program, pelaksanaannya, evaluasinya, serta perelevansiannya.

“Pengembangan mata pencaharian alternatif bagi nelayan adalah suatu keharusan, karna berdasarkan data yang berhasil dihimpun dilokasi pesisir, pendapatan per keluarga nelayan hanya sekitar Rp 400 – 800 ribu per bulan,” jelasnya.

Dengan demikian, ia merumuskan suatu program pengembangan mata pencaharian alternatif bukan saja dalam bidang perikanan, seperti pengolahan, pemasaran, atau budidaya ikan, tetapi patut diarahkan ke kegiatan non-perikanan.

“Upaya peningkatan kesejahteraan yang dilakukan, baik pada kegiatan penangkapan ikan maupun pada kegiatan yang berkaitan seperti pada pengolahan dan pemasaran ikan tidak akan memberikan hasil peningkatan kesejahternaan,” ucapnya.

Ia menambahkan, solusi bagi masalah utamadi kampung nelayan dalah perlunya penataan sumberdaya perikanan secara lebih baik sehingga angka kemiskinan dikampung nelayan dapat ditekan dengan optimal.

“Selain itu, strategi pemberdayaan nelayan adalah pengembangan akses modal, Strategi ini sangat penting karena pada dasarnya saat ini masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan sangat sulit untuk memperoleh modal,” pungkas guru cantik itu. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...