JAKARTA,PenaMerdeka – Kantor Staf Presiden (KSP) melaporkan perkembangan terkini terkait pelaksanaan Program Prioritas serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Salah satunya, soal ketersediaan beras nasional.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari menyebutkan, swasembada pangan adalah upaya mewujudkan Indonesia yang berdikari. Sebab menjadi bangsa yang mandiri dan tidak bergantung pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Pemerintah mendorong pembangunan lumbung pangan hingga tingkat desa dan kecamatan agar setiap daerah memiliki cadangan pangan sendiri,” ucapnya kepada awak media dalam sesi konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026).

Qodari menjelaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Salah satunya dengan meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi pertanian, serta memperluas pasar ekspor produk pangan.

Per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton. Terdiri dari stok BULOG 3,76 juta ton, stok kebutuhan masyarakat 12,50 juta ton, dan standing crop (lahan tanaman) pada siap panen 11,73 juta ton.

“Dengan kondisi tersebut, tanpa memperhitungkan panen berikutnya pun, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan,” jelasnya.

Tak hanya itu, capaian swasembada juga nampak pada sejumlah komoditas strategis lainnya, seperti pada tahun 2025, produksi jagung mencapai 16,16 juta ton atau meningkat 6,74% dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian pada komoditas gula konsumsi nasional yang menunjukkan tren peningkatan 2,68 juta ton. Lalu produksi cabai besar mencapai 1,67 juta ton dan cabai rawit 1,78 juta ton.

Qodari menambahkan, Kantor Staf Presiden (KSP) memiliki tugas untuk memastikan bahwa berbagai program prioritas pemerintah berjalan dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“KSP terus melakukan pemantauan, pengawalan, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar berbagai program strategis pemerintah dapat berjalan optimal dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *