SERANG,PenaMerdeka – Komitmen Gubernur Andra Soni dalam membenahi sektor pariwisata Banten kian terus digencarkan. Terlebih, kini memasuki periode Libur Lebaran 2026 yang mana banyak wisatawan berkunjung ke Tanah Jawara.
Untuk itu, Pemprov Banten menerjunkan tim pengawas lapangan yang melekat di lapangan. Penegasan tersebut menyatakan, bahwa setiap pengelola wisata yang melanggar aturan bakal ditindak tanpa pandang bulu.
Bukan tanpa sebab, hal itu guna memastikan para pelancong tak lagi menjadi korban pemerasan atau tarif tidak wajar. Insiden ini seringkali muncul saat musim libur tiba sekaligus menjaga marwah wisata Banten di mata nasional.
“Kita akan awasi agar tidak ada yang melakukan kecurangan karena itu akan merugikan. Makanya, kami minta agar para pengelola wisata bisa bekerja sama agar destinasi wisata di Banten tetap ramai,” ucapnya dalam keterangan, dikutip Senin (23/3/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melarang keras semua pengelola wisata melakukan getok harga atau menaikan harga sepihak, dilokasi. Tindakan itu harus dilakukan, karena praktik getok harga kerap terjadi setiap tahunnya.
Gubernur Andra Soni menekankan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengelola wisata Banten agar bisa bekerja sama dengan baik dan tak menaikan harga secara sepihak selama libur Lebaran 2026, karena memberatkan para wisatawan.
“Jangan ada yang menaikan harga sepihak selama libur Lebaran di lokasi wisata, jangan seperti tahun-tahun sebelumnya, itu memberatkan bagi wisatawan,” tegasnya.
Andra mengatakan, praktik itu kerap dilakukan karena momen libur Lebaran banyak wisatawan datang berkunjung ke beberapa lokasi wisata di Banten. Oleh karena itu, momen tersebut jangan disalahgunakan karena akan menjadi citra buruk untuk kedepannya.
“Kalau terus seperti itu, wisatawan bisa kapok datang ke Banten. Makanya, jangan dimanfaatkan untuk getok harga, supaya wisatawan bisa betah datang ke Banten,” pungkasnya.







