KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang, Banten, memprediksi kepadatan lalu lintas kendaraan masa puncak arus balik mudik Lebaran atau Idulfitri 1447 Hijriah bakal terjadi bertahap pada 24–25 Maret 2026.
“Untuk arus balik diprediksi pada tanggal 24 dan 25, berakhirnya libur bersama,” ucap Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Lalu Lintas (Turjawali) Polresta Tangerang, Iptu Asep Dedi Budiman dikutip, Selasa (24/3/2026).
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil rapat kordinasi lintas sektor, trafik volume kendaraan arus balik periode saat ini akan terjadi peningkatan cukup signifikan secara bertahap yang diawali pada Selasa, 24 Maret 2026 lantaran libur cuti bersama telah berakhir.
Dia menerangkan sejumlah petugas bakal berkonsentrasi di jalur tol dan arteri untuk menghadapi lonjakan volume arus lalu lintas.
Kemudian, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengendalikan kedaraan yang masuk jalur Kabupaten Tangerang, baik di tol maupun arteri.
“Antisipasi dilakukan dengan mendirikan sebanyak 12 pos pengamanan dan pos pelayanan pemudik. Kami sudah mempersiapkan salah satunya personel pergelaran dari mulai perbatasan Metro atau Tangsel sampai ke perbatasan Kabupaten Serang. Untuk di tolnya, ada dua pos pelayanan yaitu di Km 43 dan Km 45,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menambahkan sebanyak 1.123 personel gabungan telah diterjunkan untuk mengamankan perayaan Lebaran melalui Operasi Ketupat Maung 2026.
Dari total 1.123 personel gabungan yang disiagakan, terdiri atas 232 personel Polresta Tangerang, 173 personel TNI, dan 223 personel dari unsur pemerintah daerah, serta didukung unsur lainnya.
“Operasi Ketupat Maung 2026 ini merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya saat arus mudik, arus balik, hingga perayaan Idul Fitri,” ujarnya.
Dia menjelaskan pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik dan pusat keramaian, tetapi juga pusat perbelanjaan, serta objek vital lainnya yang berpotensi menjadi titik keramaian masyarakat.
Indra berharap seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut dapat menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab dalam melayani masyarakat.







