JAKARTA,PenaMerdeka – Pemerintah menyiapkan strategi baru dengan menerbitkan instrumen surat utang berbasis Yuan atau Panda Bond untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah itu sebagai bagian upaya memperkuat nilai tukar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

“Memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan Panda Bond di Tiongkok dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi,” ujarnya dalam keterangan, dikutip Kamis (7/5/2026).

Instrumen tersebut bakal diterbitkan di pasar keuangan Tiongkok dan dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari potensi bunga lebih rendah hingga akses pendanaan yang lebih luas.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari diversifikasi pembiayaan negara agar struktur utang lebih beragam dan tidak hanya bertumpu pada dolar AS.

Di tengah langkah tersebut, pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih dalam jalur positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen, naik dari 5,3 persen pada kuartal sebelumnya.

Meski demikian, tantangan global tetap membayangi, mulai dari penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga global, hingga dinamika geopolitik.

Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan optimisme kepada publik. “Uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda enggak usah takut,” kata Purbaya menyampaikan pesan Presiden.

Pemerintah juga memastikan likuiditas negara masih dalam kondisi aman sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, penerbitan Panda Bond diharapkan tidak hanya memperkuat rupiah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan fiskal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis: KieEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *