KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Bau-bau apes memang tidak pernah ada di kalender. Berniat mencari cuan receh sebesar Rp100 ribu dari hasil jualan daun ganja, seorang pemuda bernama Sahrizal malah apes terciduk polisi.

Bukannya memegang uang selembar merah, kedua pergelangan tangannya kini justru harus merasakan dinginnya borgol petugas.

Malapetaka Sahrizal bermula saat dirinya nekat keluyuran menunggangi motor Yamaha Mio putihnya di jam kalong, yakni Kamis (28/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.35 WIB.

Saat warga lain sedang terlelap tidur, Sahrizal justru asyik melipir di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang.

Apes tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Di depan Perumahan Victoria Park, ia justru berpapasan dengan 49 personel gabungan Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin Kompol James Herizanto.

Saat itu, petugas menggelar Operasi Cipta Kondisi JAGA JAKARTA+ untuk menyisir wilayah rawan kamtibmas mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan, Tanah Gocap, hingga Jalan Teuku Umar dan Jenderal Sudirman.

Melihat gerak-gerik pelaku yang mendadak salah tingkah, petugas langsung memepet dan menggeledah pemuda tersebut.

Hasilnya mengejutkan, polisi tidak menemukan dompet tebal, melainkan paket lengkap rekreasi ilegal di dalam tas selempang biru milik pelaku.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa delapan paket kertas cokelat berisi narkotika jenis ganja, sembilan linting ganja siap isap (mungkin bonus pelayanan), serta dua botol minuman keras jenis ciu dan arak.

Dari pemeriksaan awal, Sahrizal mengaku barang haram tersebut didapatnya dari seorang pria bernama Rifky di wilayah Tangerang Selatan pada Rabu malam.

Rencananya, paket ganja akan dijual kembali kepada temannya yang bernama Agil seharga Rp100 ribu.

Belum sempat menikmati duit lembaran cepean tersebut, Sahrizal sudah harus pasrah digelandang ke Mapolres.

“Tersangka berikut barang bukti langsung diamankan dan diserahkan ke Satresnarkoba untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujar Kompol James Herizanto.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *