JAKARTA,PenaMerdeka – Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan mengalami pelemahan. Rupiah tertekan sejalan dengan dolar AS yang melemah usai Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan.

Mengutip data Bloomberg pada Kamis (30/6/2026), rupiah berada di level Rp18.075 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp18.075 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara pada data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.082 per USD.

Rupiah bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp18.045 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah.

Mata uang rupiah akan bergerak di rentang Rp18.070 hingga Rp18.130 per USD.

Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar yang terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut.

Meskipun Komando Pusat AS menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat, serangan ini menandai eskalasi baru setelah beberapa hari situasi relatif tenang, sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa jeda diplomatik yang sempat terjadi bisa segera buyar.

Di sisi lain, pascapengunduran Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia, BI terus berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

Selain itu, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam.

Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.

Penulis: KieEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *