KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Festival Maulid Nusantara 7 kembali digelar di Kota Tangerang, Banten hingga 25 Agustus 2026. Mengusung semangat syiar Islam dan pelestarian kearifan lokal, kegiatan tersebut resmi dibuka Jum’at (21/8/2026) malam.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad sebagai penguat silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan.
Didampingi Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, Sachrudin membuka festival yang turut dihadiri unsur Forkopimda, ulama dan umaro, jajaran Pemkot Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kota Tangerang.
Sachrudin mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tengah suasana bulan kemerdekaan memiliki makna istimewa. Semangat perjuangan, persatuan, dan gotong royong para pahlawan dapat diperkuat dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan, tetapi tidak kita isi dengan kebaikan. Mari kita menjadi orang-orang yang banyak manfaatnya, keluarga kita bahagia, dan lingkungan kita aman, nyaman dan bahagia,” tuturnya.
Ia berharap, Festival Maulid Nusantara yang dirangkaikan dengan pengajian bulanan Pemerintah Kota Tangerang dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“InsyaAllah, kalau kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi dan saling memberikan manfaat, Kota Tangerang akan semakin nyaman dan semakin baik. Mari kita bangun Kota Tangerang sebagai rumah bersama dan kita jaga bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang melibatkan organisasi kepemudaan tersebut.
Menurutnya, Festival Maulid Nusantara merupakan kegiatan tahunan yang diharapkan terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Kita dalam upaya terus memberdayakan OKP yang menjadi binaan Dispora, salah satunya adalah GP Ansor. Ini kegiatan tahunan dan kita berharap mampu bermetamorfosis dari tahun ke tahun,” ungkap Kaonang.
Ia berharap Festival Maulid Nusantara tidak hanya berkembang menjadi agenda tahunan, tetapi dapat menarik peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Terlebih, sejumlah perlombaan dalam festival tersebut turut diikuti oleh santri dari berbagai daerah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu bermetamorfosis menjadi event nasional. Kita meyakini kegiatan yang menghadirkan banyak unsur dari berbagai daerah memiliki multiplier effect ekonomi yang tinggi,” katanya.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang Midyani mengatakan, Festival Maulid Nusantara 7 menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan.
“Walaupun kita kota metropolitan, tidak meninggalkan kearifan lokal. Budaya yang diwariskan turun-temurun oleh orang tua kita adalah mensyiarkan agama Islam,” ujar Midyani.
Festival tahun ini juga menghadirkan konsep yang berbeda. GP Ansor Kota Tangerang berkolaborasi dengan tiga masjid, yakni Masjid Al-Ittihad, Masjid Raya Al Azhom, dan Masjid Jami Kali Pasir.
Kolaborasi tersebut akan mencapai puncaknya pada 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal, melalui arak-arakan gunungan dari tiga masjid. Konsep tersebut menjadi salah satu rangkaian utama Festival Maulid Nusantara 7.
”Tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, festival yang berlangsung selama lima hari ini juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Di antaranya lomba kuliner Nusantara, bahtsul nasail, serta akidatul awam,” jelasnya.
Melalui Festival Maulid Nusantara 7, Kota Tangerang tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperkuat ruang perjumpaan masyarakat, generasi muda, budaya, dan kegiatan keagamaan.







