KOTA TANGERANG,PenaMerdekaPerumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Banten dinilai lebih membutuhkan tambahan Dewan Pengawas (Dewas) ketimbang membentuk Forum Pelanggan, dan didorong memperkuat digitalisasi ditengah semangat modernisasi teknologi.

Langkah itu dianggap lebih mendesak guna memperkuat fungsi kontrol internal dan memicu peningkatan kualitas layanan air bersih seiring pesatnya pertumbuhan jumlah pelanggan.

Ketua Poros Tangerang Solid (Portas), Hilman Santosa menitikberatkan, jumlah pelanggan Perumda TB yang kini telah mencapai lebih dari 100 ribu jiwa menjadi alasan utama perlunya penguatan fungsi pengawasan terhadap kinerja direksi hingga jajaran pegawai perusahaan milik Pemerintah Kota Tangerang tersebut.

Hilman mendorong Wali Kota Tangerang selaku pemilik BUMD untuk segera menambah komposisi Dewan Pengawas Perumda TB, yang saat ini hanya diisi satu orang dari unsur Pemerintah Kota Tangerang.

“Jumlah pelanggan Perumda Tirta Benteng sudah lebih dari 100 ribu pelanggan sehingga dibutuhkan tambahan dewan pengawas untuk mengontrol kinerja dari direksi hingga pegawai Perumda Tirta Benteng,” tegasnya saat dimintai keterangan, Minggu (6/9/2026).

Ia mengusulkan agar tambahan posisi Dewan Pengawas diambil dari kalangan akademisi, profesional, serta perwakilan pelanggan agar pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan berjalan lebih optimal.

Penguatan pengawasan ini dinilai semakin krusial lantaran Perumda TB tengah menjalin kerja sama jangka panjang dengan pihak swasta.

“Kepala daerah pasti berganti, direksi juga akan berganti karena masa jabatannya hanya lima tahun. Kalau beruntung bisa bertambah lagi lima tahun. Pimpinan pasti berganti, tapi Perumda Tirta Benteng pasti selalu ada untuk melayani masyarakat akan air bersih,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Hilman, keberadaan Dewan Pengawas yang kuat sangat dibutuhkan guna memastikan keberlangsungan pengelolaan Perumda TB tidak bergantung pada dinamika pergantian kepala daerah maupun jajaran direksi.

Di sisi lain, Hilman turut mengkritik pembentukan Forum Pelanggan Perumda TB yang dinilainya tidak sebanding dan tidak lagi relevan dengan perkembangan sistem pelayanan berbasis digital saat ini.

“Untuk apa ada Forum Pelanggan, sekarang sudah zamannya digital, pelanggan sudah bisa langsung memberikan saran, kritik hingga keluhan di aplikasi yang dimiliki Perumda Tirta Benteng, Si Ganteng,” tegasnya.

Ia menegaskan, penguatan pengawasan dan efisiensi kanal digital seharusnya menjadi prioritas utama ketimbang kembali menerapkan mekanisme layanan secara manual.

“Wali Kota selaku owner seharusnya dapat membaca lebih maju lagi untuk perkembangan dan kemajuan Perumda Tirta Benteng. Lah ini malah dibuat manual lagi. Ampun dah ini, masukan dari mana sih ini Wali Kota,” tegasnya.

Kritik senada disampaikan Ketua Gema Kosgoro Kota Tangerang, Basuni. Pria yang akrab disapa Ibas ini menilai Perumda TB seharusnya berfokus memaksimalkan kualitas layanan air bersih alih-alih membentuk lembaga baru yang bertentangan dengan semangat modernisasi teknologi.

“Maksimalkan lagi layanan air bersih agar masyarakat dapat menikmati hasilnya dengan baik. Tapi, bukan malah membentuk Forum Pelanggan yang tidak sebanding dengan perkembangan teknologi saat ini,” katanya.

Ibas juga mengkhawatirkan keberadaan Forum Pelanggan justru dapat menambah beban finansial perusahaan jika pembentukannya berimplikasi pada alokasi pembiayaan khusus dari internal BUMD.

“Dikhawatirkan bisa membebani Perumda Tirta Benteng karena mereka (Forum Pelanggan) di-SK-kan oleh Perumda Tirta Benteng,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin selaku pemilik Perumda TB belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat terkait usulan penambahan Dewan Pengawas ini.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada jajaran Perumda TB mengenai penggunaan anggaran dalam proses pelantikan Forum Pelanggan yang sempat dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Tangerang.

Direktur Utama Perumda TB, Doddy Effendi menyatakan pihak manajemen akan mengecek terlebih dahulu informasi berkaitan dengan hal tersebut. “Nanti dicek ya,” ucap Doddy singkat.

Di tempat terpisah, Dewan Pengawas Perumda TB Yetti Rohaeti mengarahkan pertanyaan mengenai rincian anggaran kegiatan tersebut kepada pihak direksi. “Ke Pak Dirum yang tahu detailnya,” imbuh Yetti.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *