Saat ini menurut penelitian dan analisa pengamat ketika pertarungan Pilkada Banten 2017 mendatang berlangsung head to head dengan posisi Incumbent Rano Karno yang hanya mengantongi elektabilitas 50% saja, diprediksi bakal kedodoran melawan pasangan penantang Wahidin Halim-Andika Hazrumy.
Sejumlah faktor tersebut dapat digambarkan dengan kondisi yang dikantongi oleh pasangan calon masing-masing. “Biasanya sangat gampang (tidak sulit, red) untuk mengalahkan incumbent (gubernur menjabat, red) dengan posisi elektabilitasnya dibawah 50%, seperti Rano Karno,” kata Fajar S. Tamim, Direktur dan Peneliti Jaringan Survei Indonesia (JSI), kepada Pena Merdeka, Senin (26/9).
Apalagi kata Fadjar menambahkan, kalau sudah dipastikan bahwa pertarungannya ‘head to head’ antara incumbent dan penantangnya. Dalam hal ini antara Rano Karno dengan Wahidin Halim (WH).
“Tanpa perlu membantah hasil dari survei yang ada, sudah terlihat jelas WH-Andika masih sangat berpotensi untuk naik secara signifikan, baik popularitas maupun elektabilitasnya,” ucapnya menegaskan.
Fadjar mengaku jika perhelatan Pilkada Banten dilaksanakan hari ini, Rano-Mulya menang. Tetapi yang perlu ditegaskan disini adalah bahwa Pilkada Banten ‘bukan’ dilaksanakan hari ini, digelar nanti pada 5 atau 6 bulan yang akan datang, yakni pada 15 Februari 2017 mendatang.
Jika dilihat dari sisi incumbent yang tingkat popularitasnya sudah mentok, maka hampir dapat dipastikan bahwa elektabilitas sudah tidak akan beranjak naik alias stuck.
“Artinya kalau situasinya seperti ini, maka yang harus diukur adalah potensi, dan kami meyakini bahwa potensi dua bulan kedepan saja pasangan calon WH-Andika mampu melampaui elektabilitas incumbent yang sekarang kita pasang angkanya dibawah 40%,” ucap Fadjar.
Fadjar melanjutkan bahwa yang perlu diingat adalah pemilih WH-Andika unggul ketimbang Rano-Mulya. Ini membuktikan modal dasar WH-Andika secara elektabilitas lebih tinggi dari lawannya.
“Maka, kedepan kami meyakini bahwa elektabilitas WH-Andika akan terus naik, sementara RK-Mulya akan stuck pada posisi saat ini,” katanya kembali meyakinkan.
Salah satu ciri incumbent dapat dikalahkan oleh challanger (penantang, red) adalah jika strong supporter (pemilih loyal, red) incumbent berada dibawah challenger.
Logika dasarnya sederhana saja, seorang incumbent yang notabene sedang memerintah bertahun-tahun, lantas loyalitas pemilih terhadap incumbent rendah, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan kinerja incumbent tidak maksimal.
“Inilah yang akan dinilai oleh mayoritas publik Banten. Sehingga dapat dipastikan bahwa mayoritas publik tidak menginginkan incumbent, Rano Karno kembali menjabat sebagai Gubernur Banten,” tandas Fadjar. (wahyudi)







