Pasar ponsel pintar di Tiongkok diprediksi bakal mengalami pergeseran tampuk kepemimpinan. Pada laporan kuartal ketiga 2016, Xiaomi dan Huawei harus rela turun dan digantikan oleh vendor bernama Oppo.
Dilansir dari Cnet, Rabu, 26 Oktober 2016, menurut Counterpoint Research, Oppo mengalami peningkatan pangsa pasar dengan menguasai lebih dari lima persen hanya dalam satu tahun. Seperti diketahui, pasar Tiongkok sering jadi rujukan untuk kondisi pasar global
Counterpoint Research menyebutkan, antara Juli hingga September, Oppo telah menguasai pangsa pasar Tiongkok dengan 16,6 persen yang diikuti Vivo mengikuti dengan pangsa pasar 16,2 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kedua mereka ini pangsa pasarnya hanya 9,9 persen dan 8,2 persen.
Untuk posisi ketiga laporan kuartal ketiga 2016, Huawei harus puas dengan meraih pangsa pasar 15 persen dari total pangsa pasar Negeri Tirai Bambu itu. Sedangkan untuk Xiaomi berada di urutan keempat dengan turun, hanya meraih 14,6 persen.
Laman Phone Arena, menuliskan, merek seperti Apple harus mengakui kalah saing di Tiongkok dengan berada di posisi kelima dengan pangsa pasar 8,4 persen. Counterpoint Research tak menyebutkan bagaimana keberadaan Samsung di Tiongkok, sebab dalam rilisnya, perusahaan riset itu menuliskan sisanya pangsa pasarnya dengan gabungan berbagai vendor yang ditulis ‘dan lainnya’ dengan 33,2 persen.
Padahal dilihat dari sisi umur perusahaan, Oppo merupakan pemain baru. pasalnya Oppo meski sudah eksis sejak 2004, akan tetapi baru memasuki pasar smartphone, Oppo mempunyai program target empat tahun kemudian dalam usaha persaingan bisnis Smartphone. (agus/dbs)






