Serang, PenaMerdeka – Andika Hazrumy terkait meningkatkan taraf hidup masyarakat Banten menyatakan bakal menekan adanya pungutan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menikmati lapangan pekerjaan. Tetapi Andika yang tercatat sebagai pasangan Wakil Gubernur nomor urut satu dalam Pilkada Banten 2017 juga akan meningkatkan daya saing secara SDM yang mumpuni.
Karena menurutnya kemampuan SDM di Banten harus ditingkatkan supaya dapat berdaya saing dengan membekali skill yang dibutuhkan oleh perusahaan bagi para pencari kerja yang notabene masyarakat di Provinsi Banten.
“Setelah pembekalan skill di BLK-BLK yang disiapkan melalui inisiasi MoU dengan kepala daerah dan perusahaan di Banten, selanjutnya tenaga kerja kita di Banten akan disertifikasi. Langkah ini untuk memutus alasan perusahaan menolak tenaga kerja kita,” ujar Andika Hazrumy saat bersilaturahmi dengan warga Cikande, Kabupaten Serang, Minggu (13/11).
Sertifikasi ini juga, terang mantan anggota DPR RI ini, layak diberikan setelah lulus binaan dari BLK yang disiapkan selanjutnya juga untuk mengukur dampak kemungkinan ke arah sistem pengganjian yang akan diperoleh Sumber Daya Tenaga Kerja (SDTK) Banten. “Kita akan mengkaji kemungkinan sertifikasi ini ke arah penggajian yang berhak diterima tenaga kerja kita selain berdasar UMK setempat,” katanya.
Andika menegaskan, akan menekan seminimal mungkin adanya pungutan untuk masuk kerja di perusahaan tertentu di Banten. Karena menurutnya, investasi yang ramah merupakan hak masyarakat termasuk mengakomodir 70 persen tenaga kerja lokal dari ketersediaan lapangan pekerjaan di perusahaan bersangkutan.
“Investasi itu bagus dan baik untuk pertumbuhan ekonomi daerah, jika investasi itu ramah terhadap lingkungan. Termasuk memberikan hak 70 persen untuk warga lokal tanpa pungutan apapun,” tandasnya.
Sementara Bajnabi, 52 tahun, warga asli Cikande, Kabupaten Serang mengaku masih kesulitan mendapat akses pekerjaan untuk anak-anaknya. Pria berusia senja yang memiliki lima anak ini malah mendapatkan pekerjaan bagi anak-anaknya di luar daerah seperti di Bekasi dan Depok.
“Saya meminta ini jadi perhatian pak WH dan pak Andika. Jika jadi nanti, saya ingin anak saya kembali dan bekerja di sini saja,” harapnya.
Ia berharap dengan berbagai program pasangan nomor urut 1, WH-Andika bisa membantu kembali kelima anaknya yang berada di perantauan dan jauh dari kampung halaman. “Saya tidak mengerti program itu. Tapi perasaan saya program ini bisa jadi solusi atas masalah saya dan masalah yang dihadapi masyarakat disini,” harapnya lagi. (wahyudi)







