Suara Pemilih Pilgub Banten di Tangsel Berkurang Puluhan Ribu?

0 33

Tangsel, PenaMerdeka – Jumlah suara pemilih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat perhelatan Pilgub Banten, bisa jadi berkurang. Ini berdasarkan dari data pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan KPU Kota Tangsel beberapa waktu lalu.

Saat Pilkada Kota Tangsel, tahun lalu, ada sekira 941.089 pemilih. Tapi ketika coklit, jumlahnya hanya 883.368 ribu. Adapun penyebab berkurangnya pemilih, dari warga yang pindah rumah hingga meninggal dunia.

Ketua KPU Kota Tangsel M. Subhan mengatakan, berkurangnya jumlah pemilih bisa terjadi. Namun angkanya tidak terlalu besar. Apalagi sekarang masih dalam tahapan uji publik pasca coklit. Dimana masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi memberikan koreksi soal jumlah pemilih.

”Dari tanggal 10 November hingga 27 November warga yang ikut mencoblos namanya tercantum di kantor kelurahan. Apabila ada yang belum tercantum diharapkan bisa melaporkan ke KPU,” katanya, saat dihubungi, Minggu (13/11).

Subhan meminta agar masyarakat bisa proaktif soal data pemilih. Jangan sampai ada yang tertinggal hingga warga tidak bisa ikut memilih gara-gara persoalan adiminstrasi.
Maka itu, uji publik selama 17 hari harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat.

Pihaknya juga mengungkapkan, sudah memiliki daftar pemilih sementara (DPS) yang didapat dari coklit. Jumlahnya sekira 883 ribu yang bisa saja berubah karena saat ini masih dalam uji publik. Nanti bila sudah tahapannya rampung akan kelihatan berapa jumlah pemilihnya.

”Masih ada beberapa tahapan yang akan menjadikan acuan untuk menentukan daftar pemilih tetap. Mudah-mudahan akan selesai sesuai jadwal,” katanya.

Anggota KPU Kota Tangsel Mujahid Zein menjelaskan, dalam uji publik ini masyarakat bisa melakukan klarifikasi. Misal warga yang sudah meninggal dunia namun dimasukkan dalam DPS. Pihak keluarga bisa melampirkan surat kematian soal anggotanya yang dimasukkan dalam DPS.

Jika kelengkapannya sudah dimiliki langsung diserahkan ke petugas PPS untuk kemudian diperbaharui datanya.
Begitupun yang namanya belum tercantum, bisa menunjukkan bukti berupa kartu keluarga (KK), KTP-el, dan identitas lainnya.

”Data-data tersebut penting agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.

Mujahid mengatakan, pihaknya juga masih melakukan penelusuran soal warga yang belum tercatat di DPS. Seperti koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang memiliki data valid.

Apalagi Disdukcapil juga punya data terbaru soal jumlah warga di Kota Tangsel. Hal ini penting karena ada kemungkinan warga yang sudah berumur 17 tahun namun belum terdata. Ia menargetkan semua warga yang sudah memenuhi kriteria untuk memilih.

”Kita tidak ingin ada yang tertinggal. Kasian warga punya hak pilih namun enggak bisa mencoblos karena belum terdata. Ini yang terus kita verifikasi,” imbuhnya.

Mujahid yakin sisa waktu yang ada, tidak ada warga belum terdata. Apalagi uji publik sekarang telah di tempel di ruang publik. Masyarakat bisa akses dan klarifikasi bila ada data yang belum valid. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...