Pasar Malabar Percontohan Lokasi Transaksi Tertib Ukur di Banten

0 88

Transaksi Tertib Ukur Malabar

BANTEN,PenaMerdeka – Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, pengelola pasar Malabar ingin andil mewujudkan proyek tersebut sebagai percontohan lokasi dengan transaksi tertib ukur bagi penjual dan pembeli sehingga layak menjadi percontohan di Banten.

Pasalnya PT Putra Citra Nusantara (PCN) selaku pengelola merasa ikut bertanggung jawab atas pembangunan di Kota Tangerang. Fasilitas timbangan yang sarat tertib ukur untuk memuaskan pembeli pun disediakan oleh pengelola pasar.

Keberadaan pasar Malabar yang kini sedang dikembangkan dan dikelelola oleh PT PCN sejatinya adalah perusahaan yang konsen dibidang revitalisasi pasar. Endingnya, kedepan jajaran manajemen PT PCN juga berkomitmen menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang layak investasi sesuai dengan moto programnya. Contohnya dapat menggolkan pasar Malabar sebagai lokasi transaksi tertib ukur kepada konsumen.

Berkaca akan kebutuhan sebuah tempat berbelanja yang nyaman, bersih dan dapat dipercaya, PT PCN berusaha mewujudkan hal itu di Kota Tangerang.

Karenanya kepercayaan yang diraih secara professional dari Pemkot Tangerang itu memberi motivasi tersendiri bagi manajeman PT PCN untuk merealisasikan sebuah lokasi pasar dengan model transaksi tertib ukur sehingga kedepan akan menjadi tujuan masyarakat berbelanja. Sebab sebelumnya kondisi pasar tersebut boleh dikatakan kurang tertata dan tidak menjamin kenyamanan anatara pedagang dan pembeli.

Tetapi sekarang terealisasi, bisa dirasakan langsung oleh pengunjung sebagai pasar yang bersih dan disebut tertib ukur dalam berbelanja.

Atas dasar itu PT PCN mempunyai tekad menjadikan pasar yang sudah dikenal luas masyarakat ini sebagai tempat jual beli percontohan di Tangerang atau bahkan di Provinsi Banten. Mengapa demikian, sebab pasar bersih Malabar ini telah menyediakan timbangan umum untuk dipakai bersama.

“Selain pedagang yang mempunyai timbangan, pengelola juga menyediakan timbangan umum di sudut pasar. Gunanya apabila pembeli kurang yakin dengan timbangan dari pedagang langsung bisa langsung dicek. Inilah yang kami namanya pasar tertib ukur,” kata Manajer Operasional PT PCN Maryadi, Senin (8/5).

Adanya timbangan diharapkan baik pedagang atau pembeli sama-sama diuntungkan. Artinya pedagang harus berlaku jujur demi larisnya dagangannya. Sementara konsumen pun merasa tidak dibohongi dan merasa puas setelah membeli.

“Jadi pengungjung bisa langsung menimbang lagi di timbangan yang disediakan oleh pengelola,” tukasnya.

Transaksi Tertib Ukur Pasar Tradisional

Bukan rahasia umum selama ini sistem transaksi di pasar tradisional belum bisa menjamin mengenai tingkat kepercayaan bagi pembeli. Untuk itu untuk merealisasikan kepercayaan pembeli terhadap pedagang, di ini tentunya diakui Maryadi harus didukung pra sarana tersebut.

Ia menambahkan, pengadaan fasilitas pra sarana menjadi sebuah kewajiban yang harus diadakan oleh pengelola. Yang dimaksudkan yakni, lokasi yang strategis serta didukung kenyamanan tempat berbelanja bagi pengungjung yang akan datang.

“Meski bukan Mall tetapi pasar Malabar kini dapat dikatakan sebagai pasar semi modern. Kalau didukung dengan model transaksi tertib ukur tentunya menjadi nilai plus. Apalagi didukung dengan sarana parkir yang memadai serta gedung yang tidak sumpek. Bukan tanpa sebab karena di lokasi pasar tidak adanya pedagang yang berjualan di dalam selasar pasar. Namun semua itu tentunya harus didukung oleh para pedagang juga. Pembeli itu raja, maka layanilah pembeli seperti raja,” tandasnya.

Untuk pedagang sendiri ungkap Maryadi, pengelola pun sudah menyiapkan serangkan kegiatan untuk memanjakan pembeli. Diantara sekian program itu yakni telah dilakukannya kegiatan senam aerobic, lomba tumpeng, lomba pakai hijab terbaik, door price mobil dan banyak program lainnya.

“Alhamdulillah, saat ini eks pedagang pasar Malabar yang dulu telah mendapat tempat di Pasar ini. Dan Kami pun siap melayani apabila pedagang lain yang ingin berjualan disini. Sebab tempat ini adalah milik bersama antara pedagang, pembeli dan masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya. (wahyudi).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...