Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Prilaku Bulying Dibiarkan, Pacu Premanisme

52

Sejumlah sekolah menganggap prilaku bully adalah bahaya, karena potensinya bahkan bisa memunculkan budaya premanisme.

H. Amsir, Kepala SMP Negeri 3, Ciledug, Kota Tangerang merasa perlu ada sinergi antara pihak sekolah dan orangtua dalam mengantisipasi bahaya tabiat bully, ucapnya kepada penamerdeka.com, Rabu (30/3).

Pria asli Tangerang ini mengaku bahwa untuk membentuk siswa yang secara mental baik tidaklah gampang.

“Maka dari itu keterlibatan orangtua sangat penting. Dalam satu tahun di SMPN ini tercatat 3 kali dalam setahun kita berkoordinasi atau mempertemukan pihak orang tua dan sekolah,” katanya.

Dalam pertemuan dengan orangtua siswa pertama ada hal yang harus disingkronisasi antara program sekolah dan orangtua murid atau lingkungan. Karena ada kemungkinan jika kita mengajarkan hal yang positif tetapi dilingkungan rumah semuanya cuek, ini tidak akan mengena kepada siswa.

“Di sekolah kita mengajari sopan santun kepada sesama. Tetapi dirumah pas siswa mengucapkan salam dengan orangtuanya lantas cuek tidak menghiraukan. Kan jadi tidak sejalan dengan program sekolah karena kita mengajarkan sopan santun,” ujar Amsir mencontohkan.

Untuk membentuk itu tidak mudah. Jadi antara orangtua siswa dan sekolah harus sinergi agar program pembentukan karakter siswa bisa sejalan.

“Jujur kadang orang tua kurang paham padahal orang tua secara langsung tanpa disadari melakukan bully kepada anak sendiri. Maka dari itu pemahaman bahaya bully kerap kita berikan kepada siswa.

Sekarang menurutnya, penyampaian pemahaman prilaku siswa tidak sembarangan. Karena jika kami dari pihak guru tidak bermaksud menganiaya bisa saja jaman sekarang dia melaporkan kami ke polisi.

Ini harus menjadi perhatian kita semua, bahwa keberhasilan siswa dalam hal apapun tergantung dari orangtua murid dan sekolah, pungkas Amsir menjelaskan. (tohir)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...