Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Tak Sarapan, Anak Berisiko Kekurangan Gizi atau Malnutrisi

JAKARTA,PenaMerdeka – Makan pagi memang waktu terpenting untuk mengisi tak hanya memberi tenaga, ini juga banyak manfaatnya. Nahas, banyak orang tua yang kurang paham sehingga buah hatinnya melewatkan. Tak sarapan dapat beresiko kekurangan gizi atau malnutrisi.

Kings College London melakukan studi bahwa anak yang melewatkan hal ini secara tidak teratur. Nutrisi penting harian untuk perkembangan  dan pertumbuhan memang direkomendasi pemerintah Inggris. Sedangkan, anak-anak yang rutin makan pagi setiap hari dinilai mempunyai gizi lebih superior secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Dikutip dari Zeenews, sayangnya penelitian ini tidak dapat melihat hubungan sebab akibat, anak-anak yang melakukan hal ini memiliki asupan nutrisi lebih tinggi seperti folat yang penting untuk pengembangan materi genetik,kalsium, zat besi dan yodium sebagai kunci dalam pengembangan fungsi tiroid ketimbang yang tak sarapan.

Sebanyak 31,5% dari mereka yang melewatkan hal ini tak memenuhi, bahkan sangat rendah asupan gizi yang direkomendasikan oleh LRNI, dan 19% lainnya tidak memenuhi kategori LRNI pada kalsium.

Penelitian tersebut membandingkan kebiasaan dan nutrisi makan pagi setiap responden dan menunjukkan anak-anak yang lebih muda atau sekitar 4—10 tahun, ketika makan pagi akan memiliki asupan folat, kalsium, vitamin C danyodium yang lebih tinggi. Anak dengan usia sekitar 11—18 tahun, biasanya akan mendapatkan asupan kalsium lebih tinggi saat melakukan hal ini.

Terkait hasil penelitian ini, penulis senior pada penelitian ini, Gerda Pot menyatakan, bahwa makan pagi merupakan cara orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dibanding tak sarapan. (hisyam/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.