Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Keterbukaan Informasi Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Dipertanyakan Warga

0 76

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Warga Kabupaten Tangerang mengeluhkan soal keterbukaan informasi pelayanan di Kantor Pertanahan setempat. Sebab disebutkan, realisasi pelayanan yang sudah tercatat dalam program tidak secara maksimal dibeberkan kepada masyarakat.

Yusman Nur, warga Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang menyebut ada 13 poin yang diminta transparansinya kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang seperti program peluncuran program yang pernah dilakukan yakni Prona, Larasita, PTSL untuk tahun 2014, 2015 dan 2016.

Keterbukaan Informasi Publik di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang  diakui Yusman memang bukan hanya satu saja, kata dia ada sejumlah poin penting lainnya terutama layanan antar pembuatan syarat administrasi sertifikat kepada masyarakat yang dianggapnya tidak dilakukan.

“Layanan tradisional belum diketahui secara transparan. Padahal dalam program sudah tertera kalau layanan itu bersifat jemput bola, tapi kelihatannya tidak pernah dilakukan, kendaraan banyak di kantor saja. Saya khawatir dan ini ini juga tidak disediakan,” ucapnya.

Ia melanjutkan bagwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang kata Yusman menegaskan disinyalir tidak pernah dipublikasikan ke masyarakat.

“Makanya saya minta keterbukaan informasi termasuk kegiatan tersebut untuk tahun 2014, 2015 dan 2016,” kata Yusman menegaskan.

Dari 13 poin yang dipersoalkan, kata Yusman pelaporan realisasi fisik dan anggaran pelaksanaan seluruh program juga nampaknya tidak pernah disediakan.

“Bahkan saya pernah datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang nanya ke petugas loket soal informasi yang diumumkan secara online. Mereka menjawab tidak tahu. Lantas bagaimana kita bisa dapat informasi secara detail kalau petugasnya saja tidak mengetahui secara detail. Kasihan masyarakat. Ini perlu diklarifikasi sistem kinerjanya seperti apa lantaran mereka memasang target program kerja tetapi tidak keliahatan kerjanya. Jadi aneh kan,” kata Yusman kepada PenaMerdeka.com, Kamis (24/8/2017).

Sudah dua kali mengirimkan surat ke Kantor Pertanahan soal keterbukaan informasi yakni pada tanggal 10 April 2017 lalu soal informasi publik sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tetapi tidak dipenuhi dan ditanggapi.

Sepanjutnya sesuai aturan, kata Yusman melanjutkan bahwa pada 27 April 2017 juga kami kirimkan surat kembali sampai akhirnya kita menyatakan keberatan lantaran surat permohonan tersebut tidak dipenuhi dan ditanggapi.

“Kenapa pihak Kantor Pertanahan tidak transparan atau tertutup tidak dibuka. Hitungannya kenapa tidak dikasih saja keterbukaan informasi publik,” ucapnya. (sarinan)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...