Pengembang Modal Besar Rentan Kuasai Kepemilikan Lahan Properti

pengembang besar Kuasai Lahan Properti

Jakarta,PenaMerdeka – Kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat semakin meningkat. Namun, kebutuhan tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah lahan properti yang tersedia.

Menurut Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform On Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, masalah utama di sektor properti tidak jauh dari masalah tanah. Disinyalir masih ada ketimpangan terhadap rumah (back log).

Bukan tanpa pasal, keadaan ini dapat terjadi karena negara atau Undang-undang Agraria tidak mengatur kepemilikan lahan properti.

“Kondisi ini memberi celah besar bagi pemodal yang kemudian menguasai lahan. Sehingga harga dipengaruhi oleh pengusaha dan pemodal,” kata Faisal kepada awak media, Rabu (23/8) lalu.

Saat ini, menurut catatan CORE terdapat 60 pengembang yang menguasai lahan. Keadaan seperti ini membuat posisi pengembang, dalam menentukan harga tanah semakin di atas angin.

Dampaknya adalah jika tidak ada intervensi dari pemerintah terkait lahan properti maka dalam jangka panjang akan sulit diubah.

“Pemerintah harus punya Undang-undang yang kuat. Ada ketidakadilan kepemilikan rumah,” ujar Faisal.

Agar pembangunan properti berpihak kepada masyarakat kecil, lanjut Faisal, diperlukan pengetatan regulasi terhadap pengembang. Pihak pengembang diharuskan membangun rumah bagi masyarakat miskin, bukan hanya membangun rumah dengan target market kelas menengah atas.

“Pemerintah harus memberi jalan agar swasta mau membangun perumahan yang menguntungkan masyarakat kecil,” ujarnya.

Selain itu, upaya yang bisa dilakukan pemerintah terkait permasalahan lahan yaitu dengan bank tanah. Bila masalah tanah telah dapat teratasi, kemudian teknologi sektor properti dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan rumah.

Menurutnya, salah satu terobosan teknologi yang dinilai murah dan efisien yaitu dengan menggunakan rumah kayu yang tahan terhadap api, mudah disusun (knockdown), tahan rayap. (penamas)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.