Zulfikar Demokrat

Stadion Maulana Yusuf kini jadi Sarana Dagang dan Nyantai Warga Serang

0

Kawasan stadion maulana yusuf Serang

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Memilih tempat rekreasi adalah selera bagi setiap individu. Kini bagi warga Serang dan sekitarnya rupanya Stadion Maulana Yusuf sudah dilabelkan menjadi idola baru, tenpat nongkrong dengan sasaran menghilangkan penat dan juga mencari inspirasi.

Dua alasan itu masih menjadi pilihan bagi masyarakat sebagai penyebab mengapa mereka butuh refreshing. Awalnya karena banyaknya tugas dari pekerjaan kantor hingga tugas kampus bagi mahasiswa.

Meskipun di Kota Serang ada banyak tempat pilihan wisata yang bisa dikunjungi. Mulai Banten Lama, Tasikardi, dan Kapal Bosok.

Berbeda dengan tempat wisata lainnya, area Stadion Maulana Yusuf yang berada di Cicieri Kota Serang, sejatinya sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. Yaa kini keberadaannya ternyata tidak hanya untuk sebagai fasilitas olahraga.

Sebab faktanya sekarang ini masyarakat atau pengunjung menjadi alternatif merujuk stadion itu untuk tempat nongkrong dan nyantai saat jenuh.

Memang ada sedikit cerita soal kenapa sekarang stadion kebanggaan masyarakat Serang itu boleh dikatakan sedikit berubah fungsi.

Bukan tanpa sebab, berawal setelah Pemerintah setempat beberapa waktu lalu melarang seluruh pedagang yang mangkal di Alun-alun Barat Kota Serang untuk berjualan. Pedagang melihat peluang tempat lain, hingga kini mereka akhirnya eksodus ke Stadion Maulana Yusuf sebagai tempat relokasi dagang mencari nafkah.

Setiap hari, setiap waktu, semua titik area di stadion penuh dengan pedagang, baik pedagang baju, makanan, maupun aksesoris lainnya. Bahkan, banyak warga yang hadir bukan hanya membeli tetapi hanya untuk nongkrong dan ngobrol biasa.

Saat ini, stadion semakin dipadati warga, baik oleh pedagang maupun oleh pembeli. Bahkan, keramaiannya bisa sampai 24 jam.

Ahmad Hakiki, warga Serang yang mengaku kerap menyambangi Sradion Maulana Yusuf mengatakan, alasan dirinya memilih stadion sebagai tempat nongkrong karena dianggap pas, baik suasana maupun tempatnya yang sederhana sehingga nyaman buat dikunjungi lagi.

Menurutnya, ide yang dibahas di tempat ini bisa menghasilkan ide yang lebih bagus alias cemerlang. Pasalnya kata dia beralasan, ide yang dikeluarkan di tempat bekerja sangat jauh berbeda saat berada di lokasi inj.

“Saya kalau lagi penat, banyak kerjaan, saya kesini (stadion, red) aja, saya ajak temen temen saya, sekalian kerjaannya dikelarin disini, disini lebih gimana yah, kayaknya suasananya pas aja gitu,” ujarnya,  Minggu (17/09/2017) kemarin.

Bagi Ahmad Hakiki soal selera dan kenyamanan tidak bisa terlalu diungkapkan. Yang penting berkunjung ke Stadion Maulana Yusuf bisa nyaman dan itu tidak bisa diukur dengan materi.

Berbeda dengan Ahmad Hakiki, Jali, (34) warga asli Garut ini mengaku sudah lama menggunakan stadion sebagai tempat dirinya mengais rezeki. Bermodalkan gerobak, ia mengklaim sukses menjual aneka gorengan di area stadion.

“Pas saya jualan gorengan di Stadion Maulana Yusuf ini memang sepi. Tapi sekarang mulai ramai, yaa saya makin semangat jualannya, seharinya lumayan pendapatannya,” tandasnya sumringah. (rhn)

Puji Rahman Hakim Perindo
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

mattis lectus tristique adipiscing in eget