Penghasilan Menurun, Ojek Pangkalan Kota Serang Menolak Ojek Online

protes para pengemudi ojek pangkalan

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Penolakan kepada perusahaan Ojek Online terus dilakukan pengemudi Ojek Pangkalan. Penolakan ini menambah deretan sejumlah kelompok pangkalan ojek setelah sebelumnya melakukan hal sama tersmasuk di wilayah Perumahan Persada Banten dan Sayabulu, Kota Serang.

Kini, penolakan datang dari pangkalan ojek yang setiap hari mencari penumpang di Stasiun Kereta Api (KA) Serang di Taman Sari Kota Serang.

Salah satu upaya penolakan yang dilakukan dengan memasang spanduk berisi tentang penolakan kepada ojek online untuk mengambil penumpang di wilayah tersebut.

“Kami biasanya rame orderan waktu belum ada ojek online. Sekarang berkurang,” kata Badrudin, pengemudi ojek konvensional yang mangkal di Stasiun KA Serang, Senin (24/09).

Ia mengeluh sebab ada puluhan pengemudi Gojek yang sering mengambil penumpang di area itu. Kejadian tersebut kata dia telah menimbulkan keresahan tersendiri bagi pengemudi ojek yang lebih dahulu mangkal mengais rezeki di tempat tersebut.

“Spanduk ini dipasang agar ojek online tidak lagi mangambil pelanggan di tempat kami. Kalau tidak seperti itu kan kami juga rugi dan penghasilan semakin sedikit,” ucapnya.

Kasan (34) pengemudi ojek pangkalan lain beralasan, penghasilannya kini jauh dari kata standar menjadi pemicu utama penolakan ojeg online di Kota Serang.

Menurutnya, pihaknya bukan tidak menerima jaman digital. Tetapi, harus ada langkah tertentu supaya ojek online tersebut tidak mematikan mata pencaharian warga kecil seperti dirinya.

“Sekarang mereka tambah banyak, jadi pengaruh ke pendapatan kami. Sementara kalau harus gabung ke gojek kan kami udah tua, ga mengerti teknologi,” tuturnya.

Sementara itu, pengemudi ojeg online yang enggan di sebutkan namanya menjelaskan, pihaknya pun terkadang merasa khawatir atas penolakan-penolakan yang dibuat oleh ojek pangkalan.

Sebab, setiap menjemput penumpang, dirinya kerap dibuat resah dengan sikap yang ditonjolkan apabila bertatap muka di tempat penjemputan.

“Khawatir sih ada, takut orderan sepi dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi itu dulu. Kalau sekarang malah akur dan mangkal bareng. Sebagian dari ojeg pangkalan disitu juga udah ada yang gabung di ojek online,” katanya.

Dia menuturkan, selama penumpang meminta atau order, maka ia tetap mengambilnya walaupun terpampang spanduk penolakan gojek.

“Penumpang juga sudah memesan, paling bisa dibicarakan dengan ojek pangkalan disitu,” tuturnya. (rhn)

Disarankan
Click To Comments