Warga di Kabupaten Tangerang Demo Proyek Yayasan Pendidikan Santa Laurensia

Yayasan Pendidikan Santa Laurensia

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Sejumlah warga Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang menggelar aksi demontrasi menolak pembangunan proyek Yayasan Pendidikan Santa Laurensia yang berlokasi di Perum Suvarna Sutera, Wanakerta, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Aksi yang digelar pada Rabu (4/10/2017) bermula karena tersiarnya issu di lokasi itu akan dibangun Gereja Katholik terbesar di Asia. Aksi berlangsung tertib namun tetap dijaga .pihak kepolisian.

Pantauan di lokasi secara bergantian mereka terlihat melakukan orasi sesekali meneriakan takbir, menolak didirikan Yayasan Pendidikan Santa Laurensia.

Sebab kata warga di wilayah perumahan Survana belum berpenduduk, warga juga menuding bahwa proses perizinan juga belum ditempuh alias masih ilegal.

“Kami menolak didirikannya Yayasan non Muslim Santa Laurensia kecuali sekolah tersebut sifatnya umum, dan kami sudah mengeroscek perizinan ternyata belum ada,” terang Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Sindangjaya, Ustad Saechudin, Rabu (4/10/2017).

Lebih dalam kata dia, pada dasarnya warga Sindang Jaya tidak menolak adanya yayasan pendidikan. Hanya saja mereka harus terbuka dan tidak ada membawa label agama non muslim.

“Kami tetap menolak adanya proyek Yayasan Santa Laurensia, karena masih terlalu dini kalau dibangun. Penduduk di Perumahan Survana Padi aja belum ada,” tandasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa sebelumnya bertempat di ruang kerja Kepala Desa Wanakerta di Jalan Perum Talaga Bestari, Blok K-7, Sindang Jaya, sempat dilakukan musyawarah dan menghasilkan beberapa kesepakatan terkait pembangunan proyek Yayasan Pendidikan Santa Laurensia tersebut.

Hadir dalam klarifikasi jajaran kepolisian termasuk AKBP. H. M. Sabilul Alif Kapolresta Tangerang, Kompol Kosasih Kapolsek Pasar Kemis, Kapt. CPM Djalaludin Putra Danramil 16 Pasar Kemis, H. Supriyadinata Camat Sindang Jaya, H. Suryana Kades Wanakerta, KH. Ahmad Fudholi Tokoh Agama, Aliyudin dari MUI, Tokoh Pemuda, para Rw dan Rt, Manager dari pihak Perum Suvarna Sutera.

Kapolresta Tangerang AKBP. H. M. Sabilul Alif meminta kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda setempat supaya menjaga keamanan dan ketertiban.

“Dilingkungan lokasi proyek pembangunan Yayasan Pendidikan kita tetap jaga kondusifitas,” ucap Kapolres.

Menurutnya sebagai tokoh masyarakat dan lainnya tidak boleh melakukan tindakan anarkis dan main hakim sendiri. (sarinan)

Disarankan
Click To Comments