Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Sambut Hari Santri, NU Banten Gelar Napak Tilas ‘Bilik Rombeng’

hari santri nasional 2017

BANTEN,PenaMerdeka – Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati 22 Oktober 2017 ini diprediksi akan semakin meriah. Kemeriahan itu bisa dibuktikan dari respon masyarakat di Indonesia terutama kalangan kiyai dan santri yang begitu antusias.

Hampir di semua wilayah di Indonesia menyambut perayaan tersebut sebagai wujud momentum mengulang kembali sejarah perjuangan santri melawan penjajah. Di Provinsi Banten, penyambutan tersebut dilakukan dengan melakukan Napak Tilas ‘Bilik Rombeng’ dan Carnaval Santri.

Penggagas Acara hari Santri yang juga sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama di Kota Serang, KH. Matin Syarkowi, mengatakan kegiatan napak tilas ‘Bilik Rombeng’ dilakukan agar masyarakat mengetahui ada sejumlah pondok pesantren yang sudah puluhan tahun.

Kata dia, berdiri sebelum kemerdekaan Republik Indonesia dan berkontribusi penuh terhadap pendidikan agama dan karakter anak bangsa.

Menurutnya, ada beberapa ‘Bilik Rombeng’ yang akan menjadi objek napak tilas seperti Pondok Pesantren di Gunung Karang yang berdiri tahun 1752, Pondok Pesantren di Cangkudu yang berdiri tahun 1888, Pondok Pesantren di Kadu Pesing dan Pelamunan.

“Peringatan hari santri adalah upaya membuka kembali peran Pondok Pesantren Salafi dan santri dalam membangun karakter anak bangsa, Indonesia tanpa ‘Bilik Rombeng’ akan runtuh, sebab, keberadaan Bilik Rombeng ikut serta dalam mempertahankan Pancasila sebagai idiologi negara dan Islam sebagai agama yang toleran,” katanya kepada wartawan, Senin (16/10/2017).

Ia menegaskan, di Indonesia ada dua model lembaga pendidikan agama yakni Pondok Pesantren Salafi dan Khalafi. Menurut mantan aktifis PMII tersebut, keduanya sangat baik, namun, yang lebih kental idiologi kenegaraannya adalah salafi.

Sebab, Khalafi memiliki dua sisi pendidikan karakter yakni Barat dan Timur. Sementata Salafi hanya mendidik berdasarkan pola dan model pembelajaran ulama ulama nusantara.

Kemudian, kata dia, untuk hari santri dan penyelenggaraan akan diikuti oleh 2000 santri dari berbagai wilayah di Indonesia. Itu dilakukan dengan upacara bendera dan Istigosah Akbar dan Dialog Kebangsaan bersama Menteri Agama.

“Pondok pesantren sangat berperan terhadap pembangunan karakter, maka itu kita mendukung Pemerintah mengenai wacana Pembentukan Kementerian Pesantren,” tandasnya. (rhn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan