Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pertama, Pemprov Banten Konsen Tingkatkan Kualitas Anak Binaan Lapas

0 52

BANTEN,PenaMerdeka – Kini untuk pertama kali, Pemerintah Provinsi (Pemrov) di bawah kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy membuka kebiasaan baru, selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Banten mereka konsen terhadap anak binaan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan).

Seperti diketahui, bahwa program Pemprov melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten sedang giat memberikan bimbingan sosial dan keterampilan anak yang tengah tersandung hukum.

Kendati demikian, Pemprov tetap konsen karena warga yang berstatus anak binaan di Lapas merupakan tetap asset bangsa. Dengan mengusung tema menuju Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berakhlakul karimah ini berlangsung di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Selasa (21/11/2017).

“Saat ini kami Dinsos Banten bekerjasama dengan lapas melaksanakan bimbingan sosial dan keterampilan untuk warga binaan. Kita ketahui kepada mereka yang sedang berhadapan dengan persoalan hukum itu salah satu yang harus ditangani Pemrov Banten,” kata ketua pelaksana Budi Darma yang juga Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Banten, Selasa (21/11/2017).
.
Budi dalam kesempatan itu kembali menegaskan, Gubernur Banten Wahidin Halim memang sangat konsen supaya anak yang sedang berada di lembaga pembinaan ini juga perlu mendapat perhatian secara khusus. Maka itu kedepan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan. Dan kegiatan ini adalah yang pertama dilakukan oleh Pemrov melalui Dinsos Banten.

“Pak Wahidin Halim sudah menekan kita (Dinsos Banten,red) harus menyentuh anak-anak binaan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan mereka harapan dan anak-anak memiliki kesempatan yang sama dengan anak yang lain,” katanya menjelaskan.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dede Siti Eka menuturkan, bahwasanya kegiatan ini untuk memberikan pengembangan diri minat dan bakat anak-anak warga binaan yang ada di LPKA Tangerang.

“Saya harap kegiatan ini dapat diikuti sebaik-baiknya dan dicerna agar menjadi bekal anak-anak di masa yang akan datang. Masa suram harus ditinggalkan dan dikubur bersama-sama,” paparnya.

Ditambahkan Dede, para anak binaan tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Pihaknya memberikan bimbingan ketrampilan dengan harapan setelah keluar dari LPKA mempunyai kemampuan dan tidak kembali terjerumus masalah.

“Pak Gubernur punya komitmen untuk memberikan kesejahteraan terhadap masyarakatnya. Kita sebagai pelaksana siap menjalankan perintah itu dan kegiatan semacam ini akan diintegrasikan dengan Dinas terkait seperti Dindik dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,” jelasnya. (rhn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...