Tahun Baru, Pedagang Asongan Wisata Puncak Potensi Untung 3 Kali Lipat

BOGOR,PenaMedeka – Kemacetan yang kerap terjadi di jalur menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat di setiap akhir pekan kerap menguntungkan pedagan asongan. Apalagi dikabarkan, keuntungan akan lebih besar diperoleh saat menjelang perayaan pergantian tahun.

Di hari liburan akhir pekan biasa saja, jika sudah diberlakukan sistem lalulintas buka-tutup sudah dijamin jalur satu arah dan sebaliknya mengalami macet total.

Kemacetan akhir pekan bisa mencapai tiga hingga lima kilometer sejak keluar dari pintu tol Jagorawi menuju kawasan wisata Puncak. Situasi ini memang akhirnya dimanfaatkan pedagang asongan untuk mengais rezeki. Para pedagang menawarkan kopi seduh siap saji dan sejumlah makanan ringan kepada wisatawan yang memang menunggu 2 hingga 3 jam pintu menuju puncak dibuka.

Pengguna jalan atau wisatawan yang rata-rata dari wilayah Jakarta, Bekasi atau Tangerang untuk menghilangkan penat macet tak sungkan untuk membeli ‘cemilan’ yang sengaja dijajakan pedagang asongan.

Euis Komala (34) pedagang asongan asal Tasikmalaya, Jawa Barat mengatakan, jalur puncak untuk hari ini Sabtu (9/12/2017) mulai ditutup pukul 15.00 WIB dan akan dibuka 18.00 WIB.

Kata Euis mengaku, macet di jalur wisata Puncak menjadi berkah bagi kami, lantaran omset yang ia kantongi bisa dua kali lipat dari hari biasa. Apa lagi dijelang liburan tahun baru nanti bisa mencapai tiga kali lipat.

“Kalau lagi musim liburan begini Alhamdulillah mas bisa dua kali lipat apa lagi kalau tahun baru bisa tiga kali lipat bahkan lebih,” kata wanita yang mengaku sudah sebelas tahun berjualan, Sabtu (9/12/2017).

Sementara Robert Pangestu (38) wisatawan dari Kota Tangerang yang hendak berlibur ke Puncak menyebut walau sudah kerap berhadapan dengan macet, tetapi kondisi yang terjadi di wilayah ini kata dia berbeda.

Robert beralasan, macet di jalur kawasan wisata Puncak merupakan bagian dari seni berlibur ke daerah yang dikenal sejuk, ketika pertama kali terjebak macet terasa jenuh, namun ketika terbiasa malah jadi biasa dan enjoy saja.

“Menurut saya mas macet itu bagian dari seni kalau mau ke puncak, emang sih pertama kali kita jenuh tapi lama-lama jadi biasa,” katanya menjelaskan. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah