Gara-gara Viral, Kini 4 Bulan Omzet Penjualan Garam Masbun Kerap Merugi

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Video yang tersebar di medsos menjadi viral terkait produk garam yodium yang disinyalir bercampur material beling kaca, adalah Masbun Asyo (50) yang terkena dampak langsung. Sekarang home industri miliknya tidak mengantongi omzet penjualan garam yang signifikan alias selalu merugi.

Video yang sempat beredar akhirnya memang menempatkan pengusaha garam Masbun Asyo dipojokan lantaran sejumlah komentar dari warganet yang merasa was was setelah menonton unggahan tersebut.

Padahal kata Asyo Masbun, ia sudah lama merintis usaha garamnya dengan susah payah. PD Sari Alam yang berlokasi di Jalan Bayur Raya RT 04 / RW 04, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang kata dia sudah sekitar sembilan tahun dikembangkannya tetapi sekarang omzet penjualan garam pasca kabar hoax tersebut menurun drastis.

“Merek Juara Emas ini sudah sembilan tahun dirintis. Adanya isu ini saya pusing tujuh keliling sakit – sakitan,” ujar Asyo Masbun tampak muram saat ditanya wartawan, Minggu (4/2/2018).

Bahkan ia mengaku kesehatan dirinya dan keuangan perusahaan terus menurun. Pasalnya kabar tersebut pun sudah berlangsung selama empat bulan belakangan ini sehingga cukup mengganggu pikirannya.

“Bagaimana usaha ini harus tetap berjalan dan juga nasib karyawan, sementara pendapatan menurun hingga puluhan juta rupiah,” kata Asyo Masbun sedih.

Sebelumnya menurut pria ini, dalam sebulan saja usahanya itu bisa memproduksi 10 ton garam. Saat ini hanya separuhnya saja penjualan garam yang harus dipasarkan.

“Sekarang sebulan hanya 5 ton saja. Kami mendistribusikannya ke berbagai daerah di Jabodetabek,” ungkapnya.

Ia mengaku banyak konsumen sekarang yang komplain meninggalkan produksi dan kini tak lagi membeli garam kepadanya.

Ia menerangkan bahwa bahan baku yang diambilnya ini berasal dari Pati, Jawa Tengah dan proses produksinya menggunakan mesin giling. Bahan mentah garam kami masukan ke dalam mesin itu. Setelah digiling, karyawan tinggal mengemas garam Juara Emas ke dalam plastik.

“Habis digiling, lalu di-packing. Harga per bal kemasan itu Rp28.000. Sedangkan harga per bungkusnya Rp1.000,” jelas Asyo.

Sebelum diterpa isu tersebut usaha miliknya laris manis. Banyak konsumen yang memesan garam ke Asyo. Hasil keuntungan penjualan garam bisa dipakai untuk gaji karyawan.

Ketika ditanya terkait langkah hukum yang akan ditempuh akibat issu viral tersebut sehingga dampaknya merugikan omzet penjualannya ia pun hanya berharap supaya usaha miliknya ini bisa bertahan. Tapi kata Asyo pemberitaan di medsos yang merugikan usahanya itu agar lekas hilang juga.

“Saya enggak ada niatan lapor ke polisi. Dalam video yang beredar itu kan ibu – ibu, enggak tega juga. Berdoa saja, dan semoga isu tidak benar terbantahkan dengan sendirinya. Usaha penjualan garam saya kedepan juga bisa berjalan normal lagi,” tandas Asyo. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan