Koperasi Permata Tangsel Bebaskan Hutang Korban Meninggal Tanjakan Emen

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Menurut pihak Koperasi Simpan Pinjam Permata Tangerang Selatan (Tangsel), semua korban yang meninggal pada peristiwa kecelakaan bus di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikabarkan akan dibebaskan beban hutang piutang.

Sebelumnya diberitakan bus pariwisata bernopol F 7959 AA yang membawa rombongan anggota PKK Kelurahan Pisangan, anggota Posyandu, anggota pengajian dan karyawan Koperasi Simpan Pinjam Permata, pada Sabtu (10/2/2018) pekan lalu mengalami kecelakaan dan hingga menelan 27 korban jiwa meninggal dunia.

Lurah Pisangan, Idrus Asenih menerangkan, bagi para korban meninggal dunia tanjakan Emen yang menjadi anggota Koperasi Permata, hutang-hutangnya akan dibebaskan oleh Koperasi tersebut.

“Saya menerima perwakilan dari pengurus koperasi tempat para korban meninggal dunia peristiwa tanjakan Emen,” kata Idrus, Senin (19/2/2018) kemarin.

Kami dalam kesempatan itu menginformasikan sebagai anggota koperasi tempat korban meningal kecelakaan bergabung membebaskan semua hutang-piutang yang ada dari para korban kecelakaan bus tersebut.

Pihak Kelurahan Pisangan bersama Pemkot Tangsel serta Dinas terkait serta Jasa Raharja kepada korban kecelakaan tanjakan Emen sudah memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban luka ringan atau berat senilai Rp20 juta.

“Korban luka ringan dan berat hanya memiliki plafon biaya pengobatan sebesar Rp20 juta, sedangkan untuk korban meninggal dunia dibebaskan hutangnya oleh pihak Koperas dan mendapat santunan sebesar Rp50 juta,” jelasnya.

Sementara kepala Jasa Raharja cabang Tangerang, Sulaiman mengatakan, kedatangan rombongan pihak Jasa Raharja perwakilan Tangerang dan Serang, di kelurahan Pisangan dalam rangka mensosialisasikan perihal masalah santunan bagi para korban yang meninggal maupun yang luka-luka akibat kecelakaan tanjakan Emen tersebut.

“Informasinya masih simpang-siur katanya hari ini akan ada rapat mengenai para korban yang luka-luka, kalau korban yang meninggalkan sudah selesai prosesnya, masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta dari Jasa Raharja,” ungkap Sulaiman.

Sedangkan untuk para korban yang luka-luka hingga saat ini informasinya sudah ada yang pulang kerumah dan ada juga yang di rujuk ke rumah sakit swasta selain di RSUD Tangsel,” terang Sulaiman.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihak Jasa Raharja akan menyantuni para korban kecelakaan lalu lintas tanjakan Emen sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Korban meninggal dunia Rp50 juta perorang. Sedangkan, untuk korban luka ringan dan berat. Jasa Raharja menanggung biaya perawatan medis di rumah sakit sebesar Rp20 juta perorang ditambah Rp1 juta saat perawatan masuk ruang UGD,” tukas Sulaiman. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah