Zulfikar Demokrat

Medical Error, Tiga Penyebab Kematian Pasien Semasa Perawatan Medis

0

Jakarta, PenaMerdeka – Anda mungkin pernah mendengar cerita menyeramkan dari rumah sakit seperti dokter bedah mengangkat bagian tubuh yang keliru, atau mengoperasi pasien yang salah, atau tanpa sengaja meninggalkan perlengkapan operasi di dalam tubuh pasien.

Hal itu disebut juga dengan kesalahan medis (medical error). Penyebabnya bisa karena faktor manusia (kelalaian) atau pun sistem kesehatan dengan standar rendah.

Kesalahan medis bukan hanya menyebabkan komplikasi, tetapi bahkan menyebabkan kematian pasien. Menurut data terbaru yang dimuat dalam jurnal kesehatan BMJ, kesalahan medis (medical error) merupakan tiga besar penyebab kematian di negeri tersebut. Jauh lebih tinggi dibanding penyakit saluran pernapasan bawah, atau di bawah penyakit jantung dan kanker.

Dalam sebuah analisis dari empat penelitian yang menyelidiki informasi tingkat kematian, dokter memperkirakan setidaknya ada 251.454 kematian akibat kesalahan medis setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Para peneliti meyakini sebenarnya angkanya jauh lebih besar, ini karena kematian di rumah dan panti perawatan tidak dimasukkan dalam data. Selain itu, sertifikat kematian juga sering tidak menanyakan data penyebab kematian secara detail.

Salah satu contohnya adalah seorang pasien menjalani operasi cangkok organ. Operasi itu dianggap berhasil karena pasien tampak sehat. Meski begitu ia harus kembali ke rumah sakit tanpa ada keluhan yang spesifik.

Selama pemeriksaan untuk mencari penyebab keluhannya, dokter tanpa sengaja memotong livernya dan tidak menyadarinya. Pihak rumah sakit lalu mengirim pasien itu pulang, tapi tak berapa lama ia kembali lagi dengan perdarahan organ dalam dan mengalami serangan jantung, kemudian meninggal.

Sebenarnya kematian itu disebabkan karena terpotongnya liver, tetapi dalam sertifikat kematiannya disebutkan penyakit jantung sebagai penyebabnya.

Kesalahan medis adalah hal yang terjadi setiap saat di rumah sakit di seluruh dunia. Bagaimana pun dokter adalah manusia, dan mereka juga bisa membuat kekeliruan. Walau begitu, dengan sistem rumah sakit yang baik, keselamatan pasien bisa diwujudkan. (sarinan/dbs/kmp)

Puji Rahman Hakim Perindo
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

massa ut consectetur quis libero dapibus Aliquam elit. venenatis mi, in risus.