Menelusuri Mitos Jembatan Cinta yang ada di Bekasi dan Pulau Tidung

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Sejatinya ada sejumlah objek wisata pantai yang ada di wilayah Bekasi. Ada yang terasa unik, Jembatan Cinta namanya, terletak dekat proyek PLTU Muara Tawar di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kecamatan Tarumajaya berbatasan langsung dengan Pantai Marunda, Jakarta Utara. Kecamatan dengan luas 7.890 km2 berjumlah penduduk sekitar 570.000 jiwa memang memiliki wisata pantai yang cukup eksotik.

Hanya saja, objek wisata pantai Jembatan Cinta terlihat memang perlu sejumlah perbaikan diantaranya akses jalan dan fasilitas lokasi yang perlu diperbaharui supaya jumlah wisatawan yang berkunjung tambah betah.

Untuk masuk ke wilayah ini kita hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp2000 saja sementara untuk wisatawan yang mengendarai kemdaraan roda empat dikenakan biaya parkir sebesar Rp5000.

Tetapi ketika kita datang, hasil laut merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung, sebab banyak ikan segar yang wajib untuk dinikmati.

Seperti ditulis Arif – Hardin pemuda Bekasi dalam halaman blognya disebutkan pantai ini sebenarnya jarak tempuhnya tidak jauh . Kalau melewati jalan cor-coran Banjir Kanal Timur (BKT) lurus aja sampai mentok di jembatan paling ujung sudah mulai terlihat Laut Jawa.

Lantas kenapa bisa dinamakan jembatan cinta, karena dari bentuknya menyerupai seperti yang ada di Pulau Tidung.

Usut punya usut, tempat tersebut rupanya adalah sebagai Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Kabupaten Bekasi.

Jadi dermaga cantik ini bertujuan untuk memudahkan proses restorasi hutan mangrove di wilayah ini yang sudah rusak, sekaligus mengedukasi warga setempat untuk bisa sama-sama merawat dan melestarikan ekosistem muara.

Pantai di Bekasi ini tidak banyak dan tidak sebagus pantai di tempat lain yang jauh dari perkotaan. Bahkan keberadaannya cenderung terpinggirkan dan terlupakan.

Namun paling tidak, sekarang Jembatan Cinta sudah mendapat perhatian, setidaknya di kalangan warga Bekasi sendiri. Benar atau tidak apakah mitos ketika berkunjung ke wilayah ini kemudian dapat jodoh, itu kehendak yang Kuasa.

Sementara soal keberadaan Pulau Tidung yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, menyimpan daya tarik dari mitos yang melekat soal cinta.

Seperti dikutip dari situs kompas, lebel seputar kisah asmara itu ada di salah satu obyek wisata yang dikenal dengan sebutan Jembatan Cinta.

Terletak di sisi barat Pulau Tidung, jembatan ini sejatinya juga menjadi penghubung antara dua pulau yakni Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang berpisah daratan. Panjangnya sekitar 800 meter.

Sebelum dibangun permanen, jembatan ini dulunya masih berbahan kayu. Sekeliling jembatan kini dipancang pagar setinggi satu meter, di dominasi cat berwarna biru. Wisatawan dapat berjalan kaki dari Pulau Tidung Besar menuju Pulau Tidung Kecil.

Spot yang paling terkenal yakni di jembatan yang berbentuk melengkung dengan car pagar berwarna merah muda. Tingginya mungkin sekitar 4 sampai 5 meter. Percaya atau tidak, di lokasi inilah mitos asmara itu diyakini.

“Mitos yang diyakini dari jembatan ini bermacam. Ada yang buat pasangan supaya langgeng, yang jomblo bisa dapat pasangan, atau yang baru putus bisa dapat yang lebih baik,” kata Sugeng, seperti pernah dilansir Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pria yang menjadi pemandu renang di laut dekat Jembatan Cinta itu punya cerita menarik dari perkenalannya dengan para pengunjung.

Kebetulan atau tidak, Sugeng mengaku pelancong wisata yang pernah mengunjungi jembatan ini tak jarang memberi kabar “bahagia” selepas berlibur di sana.

Diluar persoalan jodoh, dari lokasi ini, pengunjung bisa menanti sunset di ufuk barat. Suasana sunset begitu menarik untuk mengabadikan momen bersama pasangan.

“Biasanya yang paling ramai berkunjung ke spot Jembatan Cinta itu hari Sabtu. Karena Minggu itu orang sudah mulai ancang-ancang pulang. Pengunjung di sini banyak dari Tangerang dan Jakarta,” ujar Sugeng. (ewwy/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan