Gagal Ceramah, WH Sarankan Ustad Solmed Introspeksi

0 222

Wakil ketua komisi II DPR RI, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si., menyarankan kepada Soleh Mahmoed Nasution alias Ustadz Solmed agar introspeksi dan banyak Istighfar kepada Allah SWT.

Pasalnya, kata pria yang akrab dipanggil WH ini menyatakan, hal ini muncul lantaran buntut dari banyaknya kekecewaan ribuan jamaah Masjid AL-Munawaroh Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten yang menunggu kehadiran ustad kondang tersebut untuk ceramah ternyata gagal datang tepat pada waktunya.

Saat itu, dari informasi yang berhasil dihimpun, acara yang berlangsung pada Jumat (29/5/2016) dikatakan Panitia Pelaksana (Panpel), Ustad Solmed telah melakukan kesepakatan jadwal ceramah, terikat kontrak dengan panitia pelaksana (panpel). Bahkan panpel mengklaim telah melakukan pembayaran terlebih dahulu sebagai tanda jadi ceramah ustad Solmed.

“Saya merasakan betul bagaimana suasana batin jamaah yang menanti kehadirannya (Ustad Solmed, red). Tapi ternyata ia datang setelah acara bubar. Yang aneh, di beberapa media massa online ia beralasan tidak mau ceramah karena ada kampanye Calon Gubernur Banten,” katanya menjelaskan.

Padahal menurutnya, Ustad Solmed yang telat. Makanya sebagai sesama muslim saya pribadi mengingatkan agar introspeksi diri dan beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala, khawatir karena sibuk shooting dan ceramah kesana kemari buat orang lain.

Mungkin kata WH melanjutkan, dirinya khilaf, jadi harus banyak introspeksi diri dan Istighfar, kata mantan Walikota Tangerang dua periode yang juga dikenal dekat dengan kalangan ulama ini menjelaskan.

Di sejumlah media Ustad Solmed mengaku, bahwa kegagalannya berceramah akibat dari panitia yang tidak jelas memberi petunjuk lokasi acara Isra Mi’raj.

“Saya tanya berapa lama jarak dari Cilegon Barat ke lokasi acara? Panitia sebut hanya 3 km (+-10 menit). Ternyata dari keluar pintu tol Cilegon Barat saya harus menempuh perjalanan hampir dua jam, wajar kalau saya sampai jam 00.00-an malam,” ujar Ustad Solmed beralasan.

Sementara itu, alasan yang dikemukakan Solmed dibantah pihak panpel, bahwa hal tersebut memang murni kelalaian Solmed, kata Iyus salahseorang panpel Isra Miraj.

Bahkan kata Iyus menambahakan, melalui stafnya Ustad Solmed malah meminta tambahan pembayaran sebelum ceramah, tak ayal terjadi negosiasi yang cukup lama lagi, padahal jamaah sudah menunggu kedatangannya. Sampai jamaah kecewa dan bubar akhirnya Solmed tidak jadi ceramah, ucap Iyus menjelaskan.

“Dia malah mengada-ada dengan menuding ada kampanye segala, emang kampanye apaan? Tahapan Pilgub aja belum dimulai, bahkan calon-calon aja belum ada yang resmi. Kalau ada Bapak H. Wahidin Halim dan Pandji Tirtayasa dan banyak tokoh Banten hadir, itu memang diundang panitia, kapasitasnya sebagai undangan, sama saja dengan Ustadz Solmed,” ujarnya.

Hanya bedanya kata Iyus, Pak WH hadir tepat waktu dan memberi sumbangan buat masjid, sedangkan Ustadz Solmed sudah telat dan gagal ceramah malah dibayar. Ini ironi, tegas aktivis masjid di Kecamatan Cinangka ini menerangkan.

Sampai berita ini diturunkan, kelanjutan kasus tersebut belum jelas arah penyelesaiannya. Informasi yang ada, beberapa perwakilan masyarakat Pasauran Cinangka Serang akan terus mengejar Ustadz Solmed untuk minta pertanggungjawaban serta minta kembalikan uang yang telah dibayar untuk kepentingan pembangunan masjid.

“Iya lah, kita akan kejar. Masa gak ceramah tapi uang bayarannya diambil, lebih baik buat sumbangan masjid,” tandas Iyus. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Tahun Baru Islam
Loading...