Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Maraknya Aksi Kekerasan, WH : Perlu Peningkatan Norma dan Pemberlakuan Regulasi Kepala Daerah

BANTEN – Ukuran peradaban Islam, menurut H. Wahidin Halim (WH) Banten adalah tempatnya. Artinya perkembangan di wilayah ini kalau diibaratkan adalah sebagai paku kemajuan Islam. Tetapi berbarengan dengan itu, pemerintah daerah harus menciptakan pendukung sistem peraturan agar norma kehidupan bisa sejalan dalam masyarakat.

Jadi, kata Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini menjelaskan, peradaban Islam yang sudah dibangun oleh Wali, para Kiyai dan tokoh tokoh muslim terdahulu harus tetap dipertahankan, kalau perlu norma norma itu harus ditingkatkan lagi dengan berbagai aspek oleh kepala daerah.

Pasalnya saat ini kata WH, norma itu sudah bergeser, contohnya kini soal maraknya sejumlah peristiwa yang menyakitkan hati kita sebagai orang beragama adalah sudah banyaknya anak yang menganiaya orangtua, anak disetubuhi orangtuanya, pembunuhan dengan modus mutilasi lantaran adanya cinta gelap.

Parahya seperti diberitakan di media, adanya pembunuhan dengan cara keji yakni kemaluan seorang remaja yang ditusuk dengan benda tajam. “Ini indikasi menurunnya mental secara drastis para pelaku,” tuturnya kepada Pena Merdeka, Rabu (18/5).

Saat ini kata WH menegaskan, norma agama harus dibangun dengan peraturan sesuai hak otonom yang diberikan pemerintah pusat untuk menekan kejadian kejadian seperti itu. Kepala daerah harus berani membuat terobosan.

“Saya pernah menggelontorkan peraturan yang melarang beredarnya minuman keras dan adanya praktik prostitusi yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 dan 8 Tahun 2005, pemberlakukan Perda itu tujuannya untuk menertibkan aktifitas praktek maksiat dan menghilangkan beredarnya miras.”

WH melanjutkan, semasa menjabat Walikota Tangerang selama dua periode ia juga mengaku bahwa artis yang mengenakan pakaian seronok pernah ditentangnya. Menurutnya banyak hal yang harus dilakukan sebagai kepala daerah untuk meningkatkan norma dalam masyarakat.

“Logikanya begini, kalau ada hiburan lantas mengundang artis dengan pakaian seronok (tak sopan, red) otomatis kan bayak dilihat anak usia sekolah. Apalagi banyak juga para kaum laki ataupun para suami segaja naik panggung hiburan itu kemudian memberikan sejumlah uang kepada biduan, padahal nyari duitnya mereka susah payah. Nah hal ini harus ditekan oleh kita semua supaya kedepan akan terbentuk kota yang berahlakul karimah.”

Tetapi WH mengajak kepada masyarakat, untuk membangun pola yang lebih baik diakuiya tidak gampang, jika ingin membangun Banten menjadi daerah yang lebih religius perlu pengorbanan dan keikhlasan. (wayudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan