Banten – Nama Mulyadi Jaya Baya dua kali tercatat absen dalam setiap agenda pemaparan visi dan misi penjaringan partai politik untuk pengusungan bakal calon (Balon) Gubernur Banten dalam Pilkada 2017 mendatang.
Efeknya kata sejumlah pihak, menjadi blunder karena justru dampak negatif yang akan muncul dalam usaha pencalonannya sebagai Balon Gubernur Banten.
Seperti diketahui, mantan Bupati Lebak itu melalui jurubicara Agus Wesas saat penyampaian visi misi DPD Partai Hanura di Hotel Le Dian Kota Serang beberapa waktu lalu berhalangan hadir. Begitu juga ketika penyampaian visi dan misi Balongub di DPD PAN Banten, Jalan Taktakan, Kota Serang pada Minggu (22/5) pria yang kerap dipanggil JB ini dengan alasan sama menyatakan absen.
“Penyampaian misi dan misi calon pemimpin dihadapan umum atau parpol sangat penting. Karena setiap calon kepala daerah harus bisa memaparkan program pembangunan secara rinci. Kalau pemimpin cerdas ajang ini menjadi moment bagus lantaran dari acara itu (visi misi, red) tempat atau sarana meyakinkan masyarakat yang notabene nantinya sebagai pemilih ,” kata A. Luthfi Direktur Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Selasa (23/5).
Penyampaian visi dan misi dalam penjaringan parpol tentunya menjadi perhatian media. Dimulai dari sini masyarakat bisa mengukur kemampuan seorang calon gubernur.
Makanya Balon Gubernur dalam kesempatan itu secara cerdas harus bisa meyakinkan bahwa program pembangunan yang dicanangkan sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat Banten.
“Dan Jaya Baya (JB) selaku calon, saya rasa harus gentle, sekarang masyarakat sudah cerdas karena sudah mendapat pengalaman banyak dari pemimpin sebelumnya dan saat ini. Kalau JB mau bawa perubahan saya sarankan kesempatan menuangkan visi dan misi harus dilakoni,” ujarnya.
Upaya parpol saat ini dinilainya sudah bagus dalam menjaring Balon menggunakan program visi dan misi.
“Kalau Balon Gubernur tidak bisa menyampaikan visi dan misi. Saya katakan ini signal yang negatif bagi masyarakat Banten, karena jangan sampai kita membeli kucing dalam karung. Artinya maksud saya jangan sampai masyarakat memilih calon pemimpin yang tidak cerdas. Jadi kuta harus belajar dari kondisi saat ini dan pengalaman sebelumnya,” ucap Luthfi.
Luthfi mengaku memang tidak tahu benar soal alasan JB berhalangan hadir dalam dua kesempatan penyampaian visi dan misi.
“Kalau memang benar ia sedang sakit, memang menjadi pertanyaan juga karena calon pemimpin harus mempunyai kualitas fisik yang baik juga. Karena dengan kondisi wilayah Banten yang cukup luas, calon gubernur harus rajin untuk turun ke bawah (masyarakat, red) melihat situasi yang ada,” tandasnya.
Sebelumnya, Masrori, Ketua DPD PAN Banten mengatakan, pihaknya akan memproses hasil dari visi misi para calon. Masrori kemudian mengaku akan merekomendasikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN untuk kemudian ditindaklanjuti tim pilkada pusat.
“Yang belum menyampaikan visi misi secara tidak langsung akan kita beritahukan ke DPP. Keputusan sepenuhnya ada di DPP dengan meminta masukan dan pertimbangan dari DPW. Hasilnya kapan akan diketahui nanti. Kita tunggu informasi saja dari pusat,” ujarnya menegaskan. (wahyudi/iday)







