Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Phe Tjoen, Pesona Wisata Langka Kota Tangerang Luput Perhatian Pemerintah

Pesona perayaan Phe Tjoen identik dengan warisan leluhur masyarakat Thiong Hoa, banyak nilai sejarah yang belum terungkap bahkan langka lantaran belum tentu ada di wilayah Banten bahkan Indonesia sekalipun.

Potensinya sangat layak ‘dijual’ buat perkembangan wisata lokal dan tidak menutup kemungkinan kalau dikemas dengan baik akan menyedot wisatawan dari mancanegara, kata Agus Setiawan, anggota DPRD Kota Tangerang, Kamis (9/6).

Sayangnya masyarakat kita pun masih ketinggalan informasi soal tradisi Phe Tjoen yang sejatinya sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Padahal menurut Agus, perayaan Phe Tjoen meyuguhkan hiburan, keragaman seni budaya dan ritual adat, sudah semestinya mendapat apresiasi dan dikenal masyarakat luas.

“Phe Tjoen sudah menjadi tradisi masyarakat dan dirayakan turun-temurun. Acara ini akan selalu ada. Sayangnya kurang dikenal secara luas. Jangan kan dari luar daerah, mungkin di kecamatan lain juga tidak tahu,” katanya.

Masih kata Agus, selain sebagai bentuk pelestarian tradisi, perayaan Phe Tjoen juga bisa menjadi daya tarik dan objek kunjungan wisata di Kota Tangerang.

Namun lagi-lagi kata Agus, ini bisa berjalan kalau ada perhatian dan dukungan dari Pemerintah. Sehingga kedepan sektor pariwisata yang ada di Kota Tangerang dapat dimaksimalkan dan dipastikan orang-orang (pengunjung.red) akan tertarik datang ke Kota berjulu Akhlakul Karimah itu.

Lebih dalam kata Agus, sektor pariwisata bukan hanya menghasilkan pendapatan kas daerah saja, tapi juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Untuk itu Agus berharap, Pemerintah Kota Tangerang lebih peka guna mewujudkan potensi wisata yang ada di Kota Tangrang, seperti halnya Phe Tjoen.

“Ini bisa menjadi potensi wisata dan menjadi objek kunjugan pariwisata di Kota Tangerang. Sayangnya kegiatan ini belum mendapat perhatian dari Pemerintah. Kalau ini di dukung dan bisa disinergikan maka saya yakin ini bisa membawa manfaat dan keuntungan bagi masyarakat Kota Tangerang,” tukas politisi PDI P ini.

Panitia Acara, Greta (69) menuturkan perayaan Phe Tjoen sendiri diperkirakan mulai dilaksanakan sejak tahun 1910 . Selain sudah menjadi tradisi turun-temurun kegiatan itu juga sebagai salahsatu wadah pelestarian seni dan budaya lokal, yaitu diantaranya, atraksi liong, barongsai, gambang kromong, ritual memandikan perahu Phe Tjoen dan lomba ngibing.

Tradisi Phe Tjoen terang Gereta, bisa menjadi salahsatu potensi wisata di Kota Tangerang. Namun didalam pelaksanaannya sangat dibutuhkan peranserta dan dukungan Pemerintah Daerah.

Untuk itu Gereta berharap, kedepan perayaan Phe Tjoen bisa lebih meriah lagi.

“Ya kami setuju kalau perayaan Phe tjoen bisa dikembangkan sebagai objek kunjungan wisata di Kota Tangerang. Untuk membuat acara ini, ya masih sangat kurang anggarannya,”ujar Gereta.

Diketahui bahwa acara Phe Tjoen kerap berlangsung tiga hari atau bisa satu minggu. Pada perayaan tahun 2016 kali ini dimulai sejak Jumat (3/6/2016) lalu dan akan berakhir pada Kamis (9/6). Tanggal pelaksanaannya menurut informasi yang berhasil dihimpun disesuaikan dengan kalender china.

Pantauan wartawan dilokasi acara, pengunjung terlihat antusias melihat pertunjukan dan hiburan yang ditampilkan selama sepekan tersebut. Sayangnya akibat lokasi parkir yang belum memadai membuat pengunjung kerepotan menitip kendaraanya.

Puluhan pedagang makanan khas Tangerang dan souvenir berjejer di lokasi pintu masuk, tetapi di atas tempat mereka berdagang masih dengan tanah yang belum di aspal atau dipasang pavingblok.

Begitu juga dengan akses menuju lokasi ke Kali Cisadane, tempat perayaan inti, yakni prosesi membakar perahu dan melepas bebek, masih sederhana sekali belum dipasang pavingblok alias masih ada tanah yang berlumpur ketika pengunjung akan masuk.

Sangat disayangkan potensi wisata yang potensial ini luput dari perhatian pemerintah setempat. Perlu modal memang sebelum mengambil untung dari PAD wisata. (herman/aceng)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...