Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Memorial Kemusliman Legendaris Muhamad Ali

0 66

Lahir 17 Januari 1942 di Kentucky, Amerika Serikat (AS) dengan nama Cassius Marcellus Clay, banyak memorial kisah menarik yang terngiang dari Muhamad Ali nama populer seorang petinju fenomenal itu.

Ali merupakan petinju yang peduli dengan kehidupan sosial, sejumlah pihak menilai dari almarhum banyak kata bijak yang keluar sehingga ia dikenal sebagai panutan.

Bahkan ia kerap diundang menjadi nara sumber terkait persoalan politik di negeri Paman Sam tersebut, termasuk ketika ia menolak dikirim berperang ke Vietnam program wajib militer AS.

Karena pendirian itu, Ali tidak diizinkan untuk bertinju selama tiga tahun hingga gelarnya dicabut dan pada 1967 Ali dimasukkan ke penjara karena tidak ingin bergabung dalam perang melawan Vietkong tersebut.

“Bagaimana saya mau membunuh seseorang jika saya salat lima kali sehari untuk perdamaian. Ajaran Islam adalah kesetaraan bagi seluruh manusia,” jelas Ali.

Terkait dengan kekerasan yang sering dituduhkan kepada umat muslim Ali memang kerap menentang. Sampai di hari sebelum ia wafat, Ali masih terlihat tegas mempertahankan eksistensi Islam terutama di Amerika.

Bahkan statmen tegas dari Muhammad Ali berhasil mematahkan ‘serangan’ Donald Trump terhadap Islam menyusul serangan teroris di Perancis baru-baru ini.

“Saya seorang muslim dan pembunuhan orang tidak bersalah tidak ada hubungannya dengan Islam di Prancis, San Bernardino atau dimana-mana di dunia ini.”

“Muslim sejati akan tahu cara kejam yang dijuluki “Islamic Jihadist” itu sangat bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Islam,” kata almarhum Ali waktu itu.

“Kami sebagai muslim harus berdiri menentang mereka yang menggunakan Islam untuk agenda pribadi,” ujarnya.

Kehidupan Ali kecil memang tak jauh dari diskriminasi. Tak hanya soal warna kulit, Ali yang memutuskan untuk memeluk agama Islam sejak tahun 1964 itupun juga mengalami diskriminasi agama.

Diketahui awal masuk muslim Ali adalah Malcom. Tetapi pada Maret 1964, pemimpin Nation of Islam, Elijah Muhammad telah mengganti nama Clay menjadi Muhammad Ali. Dan sejak itu petualangan karir petinju almarhum tidak lagi menggunakan nama Clay.

“Saya adalah Muhammad Ali, itu berarti dicintai Tuhan dan saya ingin orang menggunakan nama itu ketika berbicara dengan saya,” ujarnya menegaskan.

Tetapi disebutkan, karena Ali memeluk Islam, media di negara tersebut merasa mereka dikhianati dan ada pula yang menuduh bahwa perbuatannya ditenggarai karena ingin melariskan penjualan tiket laga tinjunya.

Ya, inilah bukti kebesaran seorang Muhammad Ali, petinju legendaris dunia yang dulu sempat diusir oleh penjual burger lantaran dia berkulit hitam.

Namun pada pada 3 Juni 2016 pada usia 74 tahun, Muhamad Ali tutup usia di sebuah rumah sakit di daerah Phoenix, Arizona, AS.

Tangis serta lantunan doa tak henti-hentinya dipanjatkan oleh keluarga serta ribuan pelayat yang hadir selama prosesi penghormatan terakhir jelang pemakaman legenda tinju dunia, di Freedom Hall Louisville, Kentucky.

10 tahun lalu Ali sempat meminta bahwa nantinya jika ia meninggal, ia ingin pemakamannya dilakukan disebuah tempat yang mudah dijangkau oleh semua orang, ia ingin tak hanya selebritas dan tamu VIP yang datang, ia berharap para fansnya juga bisa melihatnya untuk yang terakhir kali.

“Dia ingin upacara pemakamannya merefleksikan hidupnya dan bagaimana dia menjalani hidup. Dia ingin semua orang bisa datang,” ujar juru bicara keluarga Muhammad Ali, Bob Gunnel, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat (10/6). (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...