KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Menjelang bulan suci Ramadan banyak masyarakat yang melakukan tabur bunga (nyekar) di makam keluarganya. Kendati demikian, pedagang kembang, air mawar serta pernak-pernik ke kuburan ramai dicari.

Banyak penjual yang memanfaatkan momentum itu untuk meraup keuntungan. Tidak sedikit juga banyak penjual dadakan yang sengaja hanya mencari keuntungan dan berjualan di depan TPU.

Salah seorang pedagang kembang di TPU Mbah Uyut Sawo, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Muri (35) mengatakan, ia mendapatkan keuntungan hingga ratusan ribu rupiah dari menjual bunga itu.

“Alhamdulillah ramai menjelang Ramadhan, untung lebih besar. Saya jualnya dua kantong plastik bunga Rp15.000 botol airnya Rp5.000. Perhari saya bisa meraup Rp500 ribu,” imbuh Muri saat di temui PenaMerdeka.com, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, tabur bunga di kuburan atau nyekar sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan setelah hari raya Idul Fitri.

“Ini sudah menjadi tradisi di masyarakat si, biasanya menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Alhamdulillah dari sini cukup untuk kebutuhan,” tutup pedagang kembang itu. (aputra/hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *